Bagaimana Anda memandang penindakan oleh Densus 88 Antiteror belakangan?

Tidak ada penyelidikan dan penelitian yang menyebutkan bahwa penembakan terhadap terduga dan terpidana mati dalam bidang terorisme dalam menurunnya terorisme. Mereka sudah siap ditembak mati dan nggak takut. Kalau mau ditembak di manapun mereka gak akan rugi dan takut. Mereka akan berjuang dan berjihad. Oleh karena itu, cara efektif harusnya mengurung mereka. Membunuh mereka tak akan berpengaruh.

Apakah penindakan yang berlebihan oleh Densus 88 bisa membuka potensi balas dendam?

Ya, karena teroris saat ini adalah generasi ketiga karena sakit hati dan balas dendam. Mereka membalas dendam ayahnya, saudaranya yang pernah disiksa dan ditangkap. Mereka ambil kesempatan lain untuk balas dendam. Banyak dari mereka terpidana terorisme jarang yang terkait sama Afghanistan dan Irak atau kelompok teroris manapun. Mereka sakit hati karena keluarganya dikembalikan dalam kondisi cacat, mati. Ini yang membahayakan. Ini langkah dari aparat yang berlebihan. Nggak ada manfaatnya.

Bagaimana dengan tindakan deradikalisasi yang digulirkan pemerintah?

Deradikalisasi salah kaprah. ini cenderung proyek, ada anggaran maka deradikalisasi jalan. Kita Muhammadiyah menolak keras dan nggak menerima program itu. Artinya, deradikalisasi tak masuk ke Muhammadiyah. Itu malah jadi ajang proyek. Kalau ingin berantas terorisme maka caranya menangkap, menggarap keluarga teroris, bukan menyebarkan ketakutan kepada semua masyarakat.

Apa dampak bentuk deradikalisasi saat ini?

Akhirnya rakyat sekarang takut. Seakan akan semua radikal. Masyarakat Islam radikal. Jadi, sangat besar kemungkinan ada yang bikin masyarakat radikal dan membuat redam untuk dapat proyek. Ini merugikan dan mengikis citra Islam.

Lalu, bagaimana cara pendekatan untuk bisa meredam angka terorisme?

yang perlu ditatar adalah aparat. Aparat ini kan manja. Mereka cuma menerima modul dari Amerika Serikat. Mereka saja tidak bisa mendefinisikan radikal. Tetapi, ini (definisi radikal) belum ketemu mereka sudah melakukan penindakan. Jadi yang pertama, aparat harus tahu dulu. Mereka harus paham apa arti radikal dan apa itu terorisme. Mereka tak bisa semena-mena. Konsep radikal ini harus dibongkar dulu biar nggak salah kaprah.

Kedua, jangan pernah membuat masyarakat khawatir. Karena, dengan menyebarkan isu-isu terorisme malah mendiskreditkan umat Islam. Belum lagi soal ketakutan massal yang malah membuat masyarakat main hakim sendiri. Ini tidak boleh dibiarkan.(sangpencerah/ +ResistNews Blog )

Post a Comment

Powered by Blogger.