AS Buka Kembali Program Perekrutan Oposisi Bersenjata Suriah

+ResistNews Blog - Setelah Pentagon membatalkan program melatih dan mempersenjatai pejuang “oposisi moderat” dan mengakui program tersebut merupakan “kegagalan yang memalukan”, Pentagon Jumat lalu (01/04) mengumumkan bahwa Departemen Pertahanan Amerika itu kembali memulai program melatih puluhan pejuang oposisi Suriah untuk memerangi ISIS.

Versi 2015 dari program pelatihan tersebut telah berhasil melatih dua kelas peserta pejuang oposisi. Angkatan atau kelas pertama yang terdiri dari 54 pejuang telah berhasil dieliminir oleh Jabhah Nusrah (JN) dalam sebuah aksi serangan cepat. Kelas kedua dengan jumlah peserta yang sedikit lebih banyak juga menyerahkan diri ke kelompok yang sama (JN), sekaligus menyerahkan seluruh kendaraan dan persenjataan mereka dengan imbalan diberi jalan untuk pergi dengan selamat.

Karena telah menghabiskan ratusan juta USD untuk sebuah program yang gagal – setidaknya bagi Pentagon–, akhirnya Pentagon mengumumkan gulung tikar dan menutup program tersebut. Tetapi itu dulu tahun 2015 yang lalu, dan sebelum mereka kembali berbicara panjang lebar tentang usaha membuat program versi lain dalam rangka membentuk pasukan atau faksi oposisi yang pro-AS.

Seolah tidak mengambil pelajaran dari kegagalan sebelumnya, kini kebijakan itu kembali dilakukan meski dengan sedikit modifikasi yang tidak terlalu signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Washington tidak memiliki banyak pilihan untuk menyelesaikan konflik Suriah. Sebagian pihak juga menilai, di satu sisi lemahnya para pemain – baik aktor negara maupun non-negara – yang menjadi proksi Amerika dalam perang di Suriah ikut melatarbelakangi diaktifkannya kembali program ini. Di sisi lain, keterlibatan Amerika secara langsung dengan mengerahkan pasukan darat secara masif dianggap terlalu high-cost dan merupakan langkah bunuh diri.

Sementara Pentagon belum punya rencana yang jelas untuk mengakomodir obsesi mereka tentang sebuah faksi oposisi pro-AS yang mampu menaklukkan Suriah dalam waktu beberapa tahun ke depan, mereka nampaknya masih terus ngotot dengan mempertahankan skema yang kecil dan kurang matang. [antiwar.com/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...