Beda Alasan BNPT dan Menkopulhukam soal Pemindahan Abu Bakar Ba’asyir

+ResistNews Blog - Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang mendapat vonis pengadilan sebagai tersangka terorisme dipindahkan dari Lapas Nusakambangan ke Lapas Kelas III Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/04).

Saat dipindahkan, kondisi Ustadz Ba’asyir dalam kondisi sehat dan terlihat mengenakan busana serba putih termasuk kopiah dengan membawa tongkat.

Seorang yang ikut dipindahkan untuk menemaninya adalah Muhammad Natsiruddin alias Cecep alias Tegar yang juga didakwa dengan kasus terorisme. Dialah yang selama ini membantu mengurus kebutuhan sehari-hari Ustadz Ba’asyir.

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa alasan pemindahan ini lantaran kemanusiaan.

“Hari ini dipindahkan, karena Abu Bakar Ba’asyir sudah tua,” kata Luhut di Markas Komando Pasukan Khusus, Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Ia juga mengatakan bahwa tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap para terpidana kasus terorisme.

“Pemerintah tetap memperhatikan masalah kemanusiaan dan juga menjalankan aturan yang berlaku,” kata dia.

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan, Akbar Hadi bahwa alasannya untuk kemanusiaan.

“Pemindahan itu dimaksudkan alasan kemanusiaan, agar akses untuk perawatan kesehatannya lebih mudah,” ujarnya.

Namun, alasan berbeda diungkapkan oleh Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian. Ia mengatakan bahwa pemidahan ke Lapas Gunung Sindur itu untuk memecah kelompok terorisme di Lapas Nusakambangan.

“Dasar pemindahannya karena mereka berkelompok semua di situ, ada Aman Abdurahman, ada tokoh-tokoh utama radikalisme yang di situ. Contohnya bom Sarinah direncanakan di Nusakambangan, otomatis harus kita pecah,” katanya di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, seperti dilansir Okezone.com, Sabtu (16/04).

Tito menjelaskan bahwa setiap terpidana harus dilakukan perlakuan khusus. “Maksimum securiti harusnya dibatasi, tidak boleh dikomunikasi begini-begini kemudian mereka membuat perencanaan-perencanaan di dalam lapas. Lalu membuat konsolidasi di dalam lapas itu tidak boleh. Lapas-lapas seperti kasus terorisme itu harus betul ada perlakuan khusus!” tegasnya.

Sebelum hari pemindahan, sempat beredar foto yang menyatakan Ustadz Ba’asyir telah meninggal dunia pada Kamis (14/04). Setelah dikonfirmasi, pihak keluarga menyatakan foto itu tidak benar dan hanya sengaja disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. [Okezone/Antara/kiblat/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...