Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Amerika Tidak Mempercayai Media AS

+ResistNews Blog - Sebagian besar warga Amerika tidak percaya pada media berita AS karena persepsi ketidakakuratan, bias dan ketidakadilan, menurut sebuah survei baru, yang menempatkan industri berita di negara itu sama dengan Kongres dan jauh di bawah pandangan publik terhadap lembaga-lembaga lain.

Hanya 6 persen orang dari mereka yang mengatakan mereka percaya media, menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research and the Amerika Press Institute, yang bermitra dengan Media Insight Project.

Menurut jajak pendapat itu, menghadapi semakin meningkatnya sumber informasi, Amerika juga lebih cenderung mengandalkan berita yang up-to-date, ringkas dan dengan mengutip nara sumber ahli atau dokumen.

Sekitar 4 dari 10 orang mengatakan mereka dapat mengingat kejadian tertentu yang bisa mengikis kepercayaan mereka pada media, yang paling sering terkait dengan akurasi atau persepsi bahwa berita tersebut adalah hanya dari satu sisi, menurut penelitian tersebut.

“Yang paling penting yang dapat dilakukan oleh organisasi-organisasi berita adalah masalah akurasi, sementara kita tahu bahwa hal ini adalah suatu nilai yang tinggi, dan penelitian ini memperkuat hal tersebut,” kata Margaret Sullivan, editor umum The New York Times.

Sekitar 6 dari 10 orang Amerika menonton, membaca, atau mendengar berita beberapa kali sehari, dari komputer, ponsel dan tablet sehingga membuat lebih mudah bagi orang untuk mengikuti berita yang diinginkan.

Sebagian besar orang mendapatkan berita dari media sosial seperti Facebook dan Twitter. Namun hanya 12 persen dari mereka yang menggunakan Facebook mengatakan mereka sangat percaya pada berita dan informasi yang mereka lihat di situs-situs.

Media berita AS telah mengalami serangkaian blunder pada berita-berita berprofil tinggi mulai dari berita putusan Mahkamah Agung tahun 2012 tentang UU jaminan kesehatan Presiden Barack Obama hingga pemboman di Boston Marathon yang telah membantu memberikan persepsi negatif terhadap media. (presstv.com/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...