Ratusan Perusahaan dan Pemegang Saham Zionis Israel Tersangkut Kasus Panama Papers

+ResistNews Blog - Ratusan perusahaan dan pemegang saham Israel terdaftar memiliki rekening di luar negeri, hal ini diketahui pasca bocornya sebuah dokumen yang dikenal sebagai “Panama Papers”.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sekitar 11,5 juta dokumen diterbitkan pada hari Ahad (03/04) kemarin, menyusul penyelidikan selama setahun oleh Konsorsium Internasional of Investigative Journalists dan harian Jerman, Sueddeutsche Zeitung.

Selain itu, harian Haaretz juga mendapatkan sebuah dokumen dari sumber anonim di firma hukum Panama yang menyebutkan keterlibatan 600 perusahaan Israel, seperti Bank Leumi dan Bank Hapoalim dalam kasus ini.

Bahkan, sejumlah tokoh Israel juga tercantum di dalamnya, seperti pengacara Dov Weisglass, mantan Perdana Menteri Ariel Sharon dan Idan Penawaran (pengusaha Israel) memiliki rekening di luar negeri.

Mengenai hal ini, juru bicara Otoritas Pajak Israel mengatakan bahwa pihaknya akan mulai memilah-milah bahan untuk mengetahui adanya penggelapan pajak dan pencucian uang lainnya.

“Kami baru melewati serangkaian hukum yang lebih kuat untuk menegakkan penggelapan pajak, modal abu-abu dan pencucian uang. Untuk rekening luar negeri dan pencucian uang kita akan memandang lebih sentral,” katanya dikutip dari jpost.com pada Senin (04/04).

Namun, jubir Menteri Keuangan Moshe Kahlon sendiri menolak untuk mengomentari adanya keterkaitan ratusan perusahaan dan pemegang saham Israel dalam kasus Panama Papers ini.

Data yang bocor dari Panam Papers ini sendiri dimulai sejak tahun 1975, yang datang dari firma hukum Panama, Mossack Fonseca, yang dikenal merupakan perusahaan luar negeri yang sering menyembunyikan aset dan rekening.

Dokumen itu juga mengungkapkan kepemilikan aset 140 politisi dan pejabat di seluruh dunia, termasuk Presiden Rusia, Vladimir Putin, Bashar al-Assad dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron. [Jpost/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...