Rusia Gelontorkan Rp 12 Triliun untuk Pemulihan Infrastruktur Suriah

+ResistNews Blog - Rusia telah menandatangani kesepakatan dengan Suriah untuk pemulihan infrastruktur di negara yang dikuasai rezim Bashar Assad. Nilainya mencapai 850 juta euro atau setara dengan Rp 12,6 triliun.

“Pihak Rusia menerima usulan pemulihan infrastruktur, dan sejumlah kesepakatan, termasuk dua perjanjian yang masing-masing senilai 600 dan 200 juta euro,” kata Perdana Menteri Suriah Wael Al Halki, Senin (25/04), sebagaimana dikutip kantor berita Rusia RIA.

Infrastruktur di Rusia mengalami kehancuran dalam perang yang telah berlangsung selama lebih dari lima tahun. Produk domestik Suriah pun merosot tajam hingga 19 persen.

Menurut Al Halki keudua belah pihak juga tengah menjalin kesepakatan di bidang energi. Pemegang otoritas energi Rusia Inter RAO sedang melakukan finalisasai konsultasi dalam pembiayaan pembangunan pembangkit listrik Tishreen-3 di Suriah.

Tak hanya di bidang kelistrikan, perusahaan-perusahaan Rusia juga diminta terlibat dalam pembangunan di bidang energi lain, seperti pembangunan kilang minyak. Termasuk juga pembangunan di bidang komunikasi.

Krisis Suriah telah memasuki tahun kelima yang menyebabkan lebih dari 250.000 jiwa melayang. Konflik yang dipicu oleh kediktatoran rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Bashar Assad juga menyebabkan jutaan warga mengungsi.

Rusia menjadi salah satu sekutu utama rezim, selian Rusia. Pengerahan kekuatan udara dengan dalih memerangi terorisme, seakin memperparah krisis kemanusiaan di wilayah itu. [Worldbulletin/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...