Sidang Kode Etik Densus 88 Baru akan Dilanjutkan Pekan Depan

+ResistNews Blog  – Sidang kode etik terkait pelanggaran prosedur oleh petugas Densus 88 yang berujung pada kematian Siyono telah dimulai sejak pekan lalu. Mabes Polri menyebutkan bahwa sidang baru akan dilanjutkan pekan depan.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menggelar sidang perdana kasus pelanggaran etik anggota Densus 88 pada Selasa (19/04) lalu. Pihak kepolisian menerangkan bahwa persidangan masih akan terus berjalan.

“Sampai sekarang ini masih persidangan kode etik, kemarin sudah 2 kali” ujar Karopenmas Mabes Polri Agus Rianto di gedung Humas Mabes Polri, Senin (25/04).

Menurut Agus, sidang baru akan kembali digelar pekan depan. Tak ada keterangan terkait agenda persidangan yang akan digelar dan nama-nama yang akan dihadirkan.

“Informasi yang kita dapat mungkin minggu depan baru akan dilanjutkan” ujarnya.

Perwira bintang satu itu menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan langkah-langkah terkait kasus pelanggaran dalam kasus penangkapan Siyono. Dia pun tak menyebutkan jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan anggota Densus 88 dalam kasus tersebut.

“Adapun masalah apakah nanti ada pelanggaran ataupun seperti apa kita berikan kesempatan kepada majelis komisi kode etik untuk melakukan tugasnya dengan tuntas” pungkasnya.

Dua orang anggota Densus 88 menjalani proses sidang kode etik menyusul penangkapan yang berujung kematian Siyono. Kapolri Badrodin Haiti telah mengakui bahwa ada pelanggaran prosedur dalam kasus tersebut. Sementara menolak menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan.

Siyono ditangkap oleh pasukan Densus 88 seusai melakukan shalat maghrib atas tuduhan terkait terorisme. Ditangkap dalam keadaan sehat, beberapa hari kemudian dia dipulangkan dalam keadaan tak bernyawa.

Hasil autopsi tim independen dari Komnas HAM dan Muhammadiyah menemukan fakta bahwa pria asal Klaten itu mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Sejumlah tulang rusuk dan tulang dadanya patah akibat hantaman benda tumpul, yang mengakibatkan pendarahan di jantung. Dokter forensik menyebut bahwa itulah yang menjadi penyebab kematiannya. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...