Blokade Israel Merusak Ekonomi Jalur Gaza

+ResistNews Blog - United Nations Relief And Works Agency (UNRWA) membeberkan bahwa pengepungan Zionis Israel di Jalur Gaza selama satu dekade telah merusak perekonomian daerah dan menyebabkan naiknya tingkat pengangguran.

“Beratnya ketetapan mengenai masuk dan keluarnya barang barang dan orang dari Gaza tidak hanya merusak ekonomi, mereka juga bertanggung jawab mengenai naiknya pengangguran, kemiskinan dan kelaparan,” katanya pada Kamis (12/05).

UNRWA juga mengungkapkan bahwa blokade di Jalur Gaza meningkatkan depresi dan rasa putus asa di kalangan kaum muda.

“Blokade menciptakan adanya pembiayaan tambahan yang tinggi untuk organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Jalur Gaza untuk memenuhi sarana keuangan,” ujarnya.

“Pada tahun 2015 saja, staf tambahan, transit dan biaya logistik yang dihasilkan dari persyaratan Israel mengenai akses dan pemantauan dari seluruh impor UNRWA ke Jalur Gaza sebesar hampir $ 8.600.000,” imbuhnya.

Bahkan, biaya yang dikeluarkan oleh UNRWA untuk staf tambahan, transit dan biaya logistik pada tahun 2015 di Jalur Gaza sama dengan biaya untuk membangun enam sekolah UNRWA.

“Ini sama dengan biaya membangun enam sekolah UNRWA atau mendistribusikan makanan ke kepada 930.000 orang selama lima minggu,” bebernya.

Menurut laporan tersebut, nilai 8,6 juta dolar itu tidak termasuk biaya akses kontraktor swasta yang dikeluarkan untuk mengirim bahan bangunan ke Gaza melalui Kerem Shalom di bawah Mekanisme Rekonstruksi Gaza (GRM).

Selain itu, biaya tambahan tersebut juga berdampak terhadap bantuan tunai badan untuk swadaya perbaikan dan rekonstruksi intervensi di bawah GRM. [Middle East Monitor/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...