+ResistNews Blog - SATU kelompok hak asasi manusia Israel menggugat Facebook sebesar 1 miliar dolar. Kelompok HAM Shurat Hadin melayangkan gugatan atas nama para keluarga yang menjadi korban serangan Palestina.

Mereka mengatakan Facebook melanggar undang-undang antiterorisme Amerika Serikat dengan membolehkan kelompok seperti Hamas memakai Facebook untuk menyebarkan ide mereka, lapor BBC.

Dalam gugatan yang dimasukkan ke pengadilan di New York disebutkan bahwa ‘Facebook menyediakan dukungan dan sumber daya bagi Hamas, memfasilitasi kelompok teroris untuk melakukan komunikasi, perekrutan, dan serangan bagi musuh-musuh mereka’.
Nama-nama korban yang tercantum dalam berkas gugatan berkewarganegaraan Amerika, termasuk Taylor Force, yang tewas ditikam saat berkunjung ke Israel pada Maret lalu.

Nama lain mencakup beberapa korban yang memiliki kewarganegaraan ganda Amerika-Israel yang tewas dalam serangan di Tel Aviv, Jerusalem, dan wilayah pendudukan Tepi Barat antara 2014 hingga 2016.

Juru bicara Hamas di Gaza, Sami Abu Zuhri, menuduh Israel memanfaatkan Facebook sebagai alat untuk memata-matai Palestina.

Ia mengatakan politikus dan tentara Israel menyampaikan kebanggaan di Facebook dan saluran media sosial lain ketika membunuh orang-orang Palestina.

“Ujian yang sebenarnya adalah apakah pemilik Facebook menolak tekanan ini,” kata Abu Zuhri.[islampos/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.