Krisis Bakal Parah, Allan Greenspan Serukan Kembali ke Standar Emas

+ResistNews Blog - Setelah hasil referendum Brexit yang mengejutkan, Alan Greenspan membuat tertegun host CNBC yang mewawancarinya. Ia mengatakan hal-hal yang buruk, lebih buruk dari yang pernah ia saksikan sebelumnya.

“Ini adalah periode terburuk dari yang saya ingat sejak saya berada di pelayanan publik. Tidak ada yang seperti itu, termasuk krisis yang lalu – ingat 19 Oktober 1987, ketika Dow turun dengan rekor 23 persen tingginya? Yang saya pikir itu merupkan yang terendah dari semua potensi masalah. Ini memiliki efek korosif yang tidak akan pergi. Aku berharap menemukan sesuatu yang lebih positif untuk dikatakan.”

Berkaitan dengan hasil Brexit, kepada Bloomberg, Greenspan menyatakan bahwa David Cameron salah perhitungan dan membuat “kesalahan besar” dengan mengadakan referendum. Keputusan itu menyebabkan “hasil yang mengerikan dalam segala hal,” kata Greenspan. “Itu seharusnya tidak perlu terjadi.”

Greenspan menambahkan bahwa sebagai akibat dari Brexit, “kita berada di hari-hari awal krisis yang harus terlewati”, dan ia menunjuk ke Skotlandia yang katanya akan mengadakan referendumnya sendiri, dan Irlandia Utara juga “mungkin” akan pergi dengan cara yang sama.

Mantan Gubernur The Fed itu juga mengatakan bahwa Zona Euro memang sangat rentan. Masuknya Yunani menurutnya adalah liabilitas. Tapi justru, terbalik dari kasus Inggris, dipertahankan mati-matian. Ditambah dengan masalah-maslah imigrasi yang makin rumit, Greenspan mengatakan bahwa krisis lah yang akan terjadi. Dan, masalah mendasarnya lagi, ucap Greenspan adalah: “pertumbuhan produktivitas telah terhenti.” Sementara, indikator penting prekonomian, yakni inflasi, telah mencapai angka 6-7 persen.

Dan di sini sampailah ke inti masalah, Greenspan mengatakan bahwa hiperinflasi akan datang! Menghadapi ini, Greenspan memberikan solusinya: standar emas.

Jika dunia kembali kepada standar emas dan berpegang pada struktur dari standar emas sebelum tahun 1913 (berdirinya the Fed), keadaan akan baik-baik saja. Periode 1870-1913 adalah salah satu periode ekonomis paling agresif di Amerika Serikat, dan merupakan masa keemasan standar emas. Ketika standar emas ditinggalkan, inflasi kronis lahyang terjadi. Nilai mata uang kertas terus merosot, krisis demi krisis silih berganti.

Umat Islam, sudah lama punya solusi yang lebih hebat, karena diajarkan oleh Rasul SAW, yakni menggunakan Dinar emas dan Dirham perak. Saatnya umat Islam kembali mentaatinya saja. [muslimina+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...