+ResistNews Blog - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam acara ulang tahunnya yang ke 22, memberikan sejumlah penghargaan. Diantaranya Penghargaan Suardi Tasrif Award kepada organisasi Forum Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Intersex, Queer Indonesia (LGBTIQ Indonesia) dan IPT 65, pada Jumat (26/08) malam.

Ironisnya, dalam acara yang memberikan penghargaan pada kaum homoseks dan lesbian itu, hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menteri Agama Lukman Saifuddin hadir untuk menyampaikan orasi kebudayaan sebagai puncak acara. Hadir pula Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara.

Tentu saja, kaum LGBT memanfaatkan hadirnya Menteri Agama untuk “curhat” memaparkan keluhan mereka.

Abhipraya Ardiansyah Muchtar yang dilahirkan sebagai perempuan namun sejak awal merasa dirinya seorang pria, dalam pidato meminta Menteri Agama memperhatikan kaum LGBT.

“Kini ada usaha kriminalisasi LGBTIQ lewat mekanisme Mahkamah Konstitusi. Saya berharap pemerintah Indonesia, termasuk Pak Menteri (Agama), mau melihat keadaan kami yang serba sulit, sering dipojokkan, dan mendukung pendidikan publik, agar mengerti dan mau menghentikan upaya diskriminasi terhadap kami,” kata Abhipraya Ardiansyah, seperti dikutip BBC Indonesia.

Kemudian, seorang transgender yang lahir sebagai lelaki dan merasa sebagai perempuan, Kanza Vina yang juga mewakili Forum LGBTIQ Indonesia, memapar pengalamannya sendiri mengalami pelecehan sejak kecil oleh guru dan teman-temannya di sekolah.

“Ketika mulai sekolah, makin tahun, saya makin sering jadi korban ejekan dan cemoohan karena saya feminin. Ketika pelajaran agama, saya menjadi ‘alat peraga’ karena penampilan saya. Saya dibilang ‘umat Nabi Luth.’ Kegiatan sekolah perlahan jadi kegiatan penuh ketakutan” jelas dia.

Resepsi ulang tahun ke 22 AJI dipuncaki dengan orasi kebudayaan dari Menteri Agama Lukman Saifuddin, yang memapar antara lain, Indonesia merupakan bangsa yang becirikan kemajemukan dan keberagaman, namun belakangan didera berbagai ancaman dari kalangan yang hendak memaksakan keseragaman. [AW/BBC/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.