+ResistNews Blog - Militer Myanmar telah memaksa sekitar 2.000 Muslim Rohingya meninggalkan rumah mereka di desa, sebagai bagian dari tindakan keras terhadap minoritas Muslim menyusul serangan terhadap pasukan keamanan perbatasan.
Sumber mengatakan penjaga perbatasan pada hari Ahad lalu pergi ke desa Kyee Kan Pyin, di wilayah tengah Mandalay, dan memerintahkan sekitar 2.000 warga desa mengungsi. Tentara memberi mereka cukup waktu untuk mengumpulkan barang-barang rumah tangga untuk dibawa pergi.

Para penduduk desa dipaksa untuk tinggal dan bersembunyi di sawah tanpa tempat berteduh yang memadai, lapor Press TV.
“Saya diusir keluar dari rumah saya kemarin sore, sekarang saya tinggal di sawah di luar desa dengan sekitar 200 orang termasuk keluarga saya. Sekarang saya menjadi tunawisma,” kata seorang pria Muslim Rohingya dari desa Kyee Kan Pyin.

“Setelah tentara tiba di desa kami, mereka mengatakan bahwa jika kami semua tidak pergi, mereka akan menembak kami,” tambahnya.

Saksi mata dan tetua masyarakat Rohingya telah mengkonfirmasi laporan itu.

Seorang juru bicara pemerintah Myanmar mengatakan, pemerintah tidak dapat menghubungi siapa pun di daerah itu karena militer menjadikan kawasan tersebut sebagai “zona merah.” [islampos/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.