Ahok Tidak Ditahan karena Terjadi Beda Pendapat di Tim Penyidik


+ResistNews Blog - Terjadi perbedaan pendapat dalam tim penyidik Mabes Polri terkait tindak pidana penodaan agama oleh Ahok, yang menjadi salah satu alasan dia tak ditahan meski telah berstatus tersangka.

Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Ari Dono Sukmanto mengungkapkan adanya perbedaan pandangan di kalangan ahli kasus Ahok. Menurutnya, hal itu kemudian menimbulkan perbedaan pendapat di tim penyelidik kasus penodaan agama itu.

“Mengingat terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ahli antara lain terkait adanya unsur niat untuk menista atau menodai agama,” ujar Ari saat konferensi pers di Gedung Rupatama Mabes Polri Jakarta, Rabu (16/11).

“Hal ini juga mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat pada tim penyelidik,” imbuhnya.

Sebanyak 27 orang tergabung dalam tim penyelidik, yang dipimpin oleh Brigjen Pol Agus Ardianto. Dengan adanya perbedaan pendapat itu, tim kemudian melakukan diakusi terkait ada tidaknya tindak pidana yang dilakukan Ahok.

Ari menambahkan bahwa tak ada kesepakatan bulat dalam diskusi itu. “Meskipun tidak bulat, namun didominasi oleh pendapat yg menyatakan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka,” ujarnya.

Selanjutnya, proses hukum kasus Ahok ditingkatkan ke penyidikan. Gubernur DKI Jakarta non aktif itu ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana penistaan, penghinaan, penodaan agama sebagaimana dimaksud pasal 156a KUHP jo pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi ekektronik.

Pandangan yang tidak bulat di tim penyelidik itu kemudian menjadi salah satu alasan yang menyebabkan Ahok tak ditahan. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, alasan itu tak memenuhi syarat objektif.

“Dalam kasus ini penyidik belum melakukan langkah penahanan. Karena penahanan ini harus memenuhi syarat objektif dan subjektif,” kata Tito.

“Syarat objektif karena di tim penyidik harus ada kesepakatan yang bulat adanya tindak pidana,” ujar Tito. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...