AS: Kami Tidak Akan Menghapus Fath Al-Syam dari Daftar Teroris

+ResistNews Blog - Amerika Serikat menegaskan tidak akan menghapus nama Jabhah Fath Al-Syam ke dalam daftar organisasi teroris meski sudah memisahkan diri dari Al-Qaidah. Kesamaan prinsip yang dipegangi kedua organisasi itu menjadi alasan AS mengkriminalisasi gerakan oposisi Suriah itu.

Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya Kamis (10/11) mengatakan, meski mereka mengubah nama dari Jabhah Nusrah ke Jabhah Fath Al-Syam dan mengganti logo bendera serta slogan namun prinsip-prinsip yang mereka pegangi masih sama dengan Al-Qaidah. Kelompok tersebut, masih terus melakukan “operasi teroris” dengan nama baru.

“Nama kelompok meski dirubah mereka masih menjadi pengikut Al-Qaidah,” tulis pernyataan Dephan AS.

Jabhah Nusrah, yang mendeklarasikan diri cabang Al-Qaidah di Suriah, pertengahan tahun ini, mengumumkan mengubah nama menjadi Jabhah Fath Al-Syam dan memisahkan diri dari Al-Qaidah. Keputusan besar ini dipilih Abu Muhammad Al-Jaulani, pemimpin Jabhah Nusrah, setelah mendapat desakan dari warga Suriah.

Di sisi lain, ini bagian dari strategi Jaulani untuk mendapat dukungan luas dari warga Suriah. Bagi Jaulani, dukungan rakyat sangat penting untuk mendirikan pemerintahan setelah Assad.

Dalam konteks ini, Departemen Keuangan AS memasukkan empat komandan Fath Al-Syam ke daftar sanksi. Mereka adalah Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, Jamal Husain Zinah, Abdul Jasyari dan Asyraf Ahmad Al-‘Allaq.

Atas sanksi ini, perseorangan atau organisasi Amerika Serikat dilarang bertransaksi, memberi bantuan atau hubungan lain dengan keempat komandan mujahidin Suriah. [Al-Jazeera/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...