Balas Kebrutalan NATO di Kunduz, Taliban Serbu Konsulat Jerman


+ResistNews Blog - Gerakan pejuang Taliban Afghanistan, Kamis malam (10/11), menyerbu kompleks konsulat Jerman di kota Mazar-e Sharif di Afghanistan Utara. Dalam operasi ini, pejuang Taliban menggunakan bom daya ledak tinggi.

Seperti dijelaskan juru bicara Taliban, Dzabihullah Mujahid, kepada kantor berita Reuters, operasi ini diawali dengan bom mobil yang dikemudikan seorang pejuang. Mobil sarat bahan peledak itu berhasil menerobos pintu gerbang dan meledak di dalam kompleks konsulat.

Juru bicara NATO mengungkapkan, ledakan yang ditimbulkan sangat luar besar. Gedung konsulat mengalami kerusakan parah, meski pihak Jerman mengaku konsulatnya masih membuka pelayanan pada hari Jumat.

Kaca rumah dan gedung yang berjarak radius lima kilo meter dari lokasi kejadian pecah. Sejumlah korban jatuh akibat ledakan ini.

Mujahid melanjutkan, sejumlah pejuang yang tidak disebutkan jumlahnya dengan senjata lengkap menyusup masuk. Baku tembak sengit dengan pasukan penjaga pun meletus.

“Puluhan tentara dan anggota intelijen Jerman tewas dalam serangan itu,” ujarnya.

Serangan ini dimulai tengah malam. Baku tembak sengit berlangsung hingga menjelang pagi.

Wakil kepala polisi setempat, Abdurrazaq, mengatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan bom mobil tersebut sangat parah. Belum pernah terjadi serangan sedahsyat ini di wilayah kerjanya.

Serangan ini, kata jubir Taliban, sebagai aksi balasan atas serangan udara NATO di Kunduz yang menewaskan sedikitnya 30 sipil, termasuk anak-anak dan wanita. NATO sendiri sudah mengakui serangan yang memicu kemarahan warga Kunduz tersebut.

Kaji Ulang Peran di Afghanistan


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier mengungkapakan bahwa pasukannya berjuang keras menghalau serbuan Taliban itu. Para penyerang baru bisa diatasi setelah mereka memasuki gedung konsulat.

Steinmeier melanjutkan, pihaknya akan mengkaji ulang perannya dalam misi di Afghanistan akibat insiden ini.

Di sisi lain, juru bicara Martin Shafer membantah pernyataan atasannya itu. Ia mengklaim, serangan malam Jumat itu tidak akan mengubah total kebijakan negaranya di Afghanistan.

Jerman memberi dukungan kuat operasi NATO di Afghanistan Utara. Sebanyak 800 tentara Jerman berada di pangkalan militer di pinggira kota Mazar-e Sharif, bersama seribu tentara lainnya dari berbagai negara. [Reuters Arabic/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...