Duterte Ejek Ancaman Negara Barat yang Akan Membawanya ke ICC


+ResistNews Blog
 - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menepis ancaman dari negara-negara Barat untuk mendakwa dia di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tindakan kerasnya kepada narkoba.

“Anda menakut-nakuti saya dengan mengacam akan memenjarakan saya? Apa itu Mahkamah Pidana Internasional? Bullsh*t,” kata Duterte dalam pidatonya Senin kemarin (28/11/2016).

Menurut angka resmi polisi, selama tindakan keras Duterte terhadap narkoba, yang dimulai ketika ia menjabat pada Juni lalu, lebih dari 2.500 orang telah tewas, AFP melaporkan.

Bulan lalu, ICC mengumumkan bahwa mereka mungkin memiliki yurisdiksi untuk mengadili mereka yang terlibat dalam pembunuhan.

Jaksa ICC Fatou Bensouda mengatakan bahwa kantornya saat ini sedang menyelidiki kasus pejabat negara yang memesan, meminta, mendorong atau memberikan kontribusi untuk kejahatan yang berkaitan dengan tindakan keras terhadap peredaran narkoba.

Duterte mengklaim bahwa AS bertanggung jawab jika ICC ingin memenjarakan dirinya, sembari mencatat bahwa Washington bahkan bukan bagian dari pengadilan.

“Amerika sendiri mengancam memasukkan saya ke penjara di Mahkamah Pidana Internasional. Tapi saya tidak takut,” ujarnya.

Sejak berkuasa, Duterte telah mengejek Amerika Serikat, Uni Eropa, dan PBB atas keprihatinan mereka terkait pembunuhan di luar hukum yang terjadi selama tindakan kerasnya terhadap narkoba.[islampos/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...