FBI: Kejahatan atas Kaum Muslim di AS Meningkat 67 Persen

+ResistNews Blog - Korban hate crime di AS setelah umat Muslim adalah Yahudi.

Badan Penyelidik Federal AS atau FBI mengungkapkan bahwa hate crime atau kejahatan bermotif kebencian terhadap warga Muslim di Amerika Serikat melonjak hingga 67 persen sejak tahun 2015. Angka ini adalah yang tertinggi sejak data terakhir pada 11 September 2001.

Secara keseluruhan, 57 persen dari 5.850 insiden yang dilaporkan didasarkan pada kasus ras dan etnis, sementara sisanya terkait dengan bias agama. Seperti diberitakan Al Jazeera, Selasa 15 November 2016, ada 257 insiden bias anti-Muslim pada tahun 2015, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya terdiri atas 154 kasus. Jumlah tersebut merupakan tertinggi kedua setelah adanya kasus hate crime setelah serangan 9/11 di tahun 2001.

Selain kepada Muslim, kaum Yahudi juga masih menjadi target yang paling sering terkena kasus hate crime berbasis agama di Amerika Serikat, yang mewakili 53 persen dari semua yang dilaporkan.

Kampanye presiden terpilih Donald Trump beberapa waktu lalu terus berfokus kepada kaum minoritas, imigran dan Muslim, yang disebutnya sebagai ancaman terhadap perdamaian, ekonomi dan keamanan negara.

Ada beberapa laporan kasus rasis dan Islamofobia yang terjadi sejak kemenangan Trump pekan lalu. Beberapa diantaranya termasuk perusakan masjid di New York University’s Brooklyn, kemudian beberapa wanita yang dipaksa melepaskan hijabnya

Tak hanya itu, mahasiswa kulit hitam di University of Pennsylvania mengatakan mereka takut untuk menghadiri kelas kampus karena menjadi sasaran penghinaan ras dan berbagai ancaman dari lingkungan sekitar. (viva.co.id/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...