Halangi Aksi 212, Presiden dan Kapolri Bisa Dipidana


+ResistNews Blog - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengatakan bahwa aksi 2 Desember merupakan aksi unjuk rasa yang dilindungi oleh Undang – undang (UU) nomor 9 tahun 1998. Siapapun orang di negara ini, tidak boleh melarang unjuk rasa yang telah dijamin oleh undang-undang, baik Presiden sekalipun.

Bahkan menurutnya sesuai dengan pasal 18 ayat 1 dan 2 dari UU nomor 9 tahun 1998, siapapun yang menghalangi atau menghadang unjuk rasa dapat dipidana satu tahun penjara.

“Jadi kalau presiden atau Kapolri mencoba untuk halangi suatu unjuk rasa yg sudah dilindungi uu tersebut, maka beliau bisa dipidana satu tahun penjara,” ujar Habib Rizieq usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Rabu (23/11/2016).

Ia juga melanjutkan, aksi 212 adalah aksi konstitusional dengan tujuan penegakkan hukum. Sehingga ia meminta semua pihak termasuk Presiden dan jajarannya untuk menghargai konstitusi.

“Tujuan nya sama, aksi bela Islam pertama, tahan Ahok. Aksi bela Islam kedua, tahan Ahok. Aksi bela Islam ketiga, tahan Ahok. Karena Ahok menistakan agama,” tutup Rizieq. (up-islam.com/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...