HTI Tegaskan Masalah Ahok Bukan Persoalan Kebhinekaan


+ResistNews Blog - Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S Labib menegaskan masalah Ahok bukanlah masalah kebhinekaan, akan tetapi masalah penistaan agama.

“Kenapa umat Islam sekarang itu bergerak, karena mereka tidak percaya bahwa penista agama ini akan dihukum,” ungkap Rokhmat dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat 15, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

Rokhmat menilai ketidakpercayaan umat Islam itu muncul karena tindakan aparat itu sendiri, yang terindikasi tidak menindak tegas pelaku penista agama.

“Seperti banyaknya alasan agar pelaku tidak terhukum, contoh, menangkap ahok harus izin presiden, padahal kan tidak, hingga akhirnya umat harus bergerak meminta tindakan tegas negara,” tegas Rokhmat.

Rokhmat juga mempertanyakan tindakan dari aparat yang belum jelas, karena menurutnya hukum untuk penista agama itu sudah jelas, “sudah tersangka, namun tidak ditangkap,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu pula Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan kepada Menkopolhukam Wiranto untuk ikut marah karena kitab sucinya dinista oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Pak Wiranto ini kan agamanya Islam, kemudian bersumpah dengan Al-Qur’an, saat Al-Qur’an dinista, seharusnya marah, dan menghukum pelakunya, dan dalam hukum Islam itu, apabila membela, mendukung penista agama itu sama saja dengan mereka para penista,” tegas Rokhmat.

Di akhir kesempatannya Rokhmat berharap kepada Wiranto yang mempunyai kewenangan hukum, agar tidak balik melindungi penista agama.

Pertemuan para tokoh agama dengan Menkopolhukam ini membahas tentang situasi yang akhir-akhir ini memanas. Terutama kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok karena mengutip salah satu ayat Al-Qur’an dalam kunjungan kerjanya di Pulau Seribu. (mediaumat.com/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...