Ini Pernyataan SIkap IHR Menyoal Genosida Bangsa Rohingya



+ResistNews Blog
 - Tindakan kejahatan kemanusiaan kepada bangsa Rohingya kembali terjadi. Citra satelit terbaru yang ditunjukkan kelompok Human Rights Watch (HRW) menunjukkan lima desa komunitas Rohingya dibakar dalam tindakan kekerasan junta militer Myanmar.

Akibatnya ratusan orang tewas, 1.250 bangunan hancur, 30.000 orang kehilangan tempat tinggal, serta 150 ribu jiwa hidup tanpa makanan dan akses kesehatan yang memadai. Ironisnya, Myanmar kini justru dipimpin oleh faksi politik Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) pimpinan Aung San Suu Kyi, tokoh demokrasi peraih Nobel Perdamaian yang harusnya dapat mencegah terjadinya kekerasan, bukan menjadi aktor yang memperburuk kondisi kemanusiaan di Arakan.

Kejadian nahas ini semakin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa ada upaya terstruktur untuk melakukan genosida terhadap etnis Rohingya. Mencermati situasi ini, untuk itu lembaga kemanusiaan Indonesia Humanitarian Relief (IHR) menyatakan sikap:

  1. Mengutuk tindakan kejahatan kemanusiaan terhadap bangsa Rohinya yang dilakukan oleh dan dibiarkan oleh rezim junta militer Myanmar. Kami memandang sikap pemerintah Myanmar yang menganggap etnis Rohingya bukan bagian dari Myanmar adalah tindakan diskriminasi yang mendorong gelombang tsunami kekerasan terhadap etnis Rohingya.
  2. Mengajak masyarakat Indonesia untuk turut memberikan kontribusi positif berupa bantuan kemanusiaan guna meringankan penderitaan warga Rohingya sebagai tuntutan agama dan konstitusi bahwa Indonesia berdiri di atas perikemanusiaan dan perikeadilan.
  3. Meminta pemerintah Indonesia untuk pro aktif dalam kerja-kerja diplomatik dan kemanusiaan untuk menghentikan laju kekerasan terhadap etnis Rohingya dan membuka akses kemanusiaan ke titik pusat kejadian. Indonesia adalah kakak tertua di ASEAN yang seharusnya dapat memainkan peran lebih untuk menghentikan upaya genosida dan diskriminasi rasial (SARA) yang diberlakukan pemerintah Myanmar atas warga muslim Rohingya.
  4. Mendesak ASEAN untuk mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan tragedi kemanusiaan berkepanjangan yang telah menimpa bangsa Rohingya. Etnis Rohingya selama ini telah dibunuh, diperkosa, dan kehilangan hak-haknya, namun selama ini aktivis kemanusiaan menilai ASEAN lebih banyak diam dan tidak banyak berbuat.
  5. Mendorong para tokoh bangsa, masyarakat dan NGO internasional untuk terus mengangkat isu Rohingya dalam tiap kesempatan maupun pada forum-forum strategis untuk menjadikan masalah ini sebagai opini global sekaligus menyadarkan para pemimpin dunia bahwa telah terjadi pelanggaran HAM serius di wilayah Arakan, Myanmar tempat jutaan warga Rohingya berdiam.

No comments

Post a Comment

Home
loading...