Ini Tiga Keputusan Hasil Rapat Timses Ahok-Djarot

+ResistNews Blog - Tim pemenangan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Ahok-Djarot menggelar rapat tertutup di Posko Tim Pemenangan, jalan Borobudur no. 18, Menteng, Jakarta Pusat.

Rapat yang digelar secara tertutup, Rabu (16/11) dihadiri seluruh perwakilan empat partai politik pengusung pasangan Ahok-Djarot. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Dari rapat tersebut dihasilkan 3 keputusan. Pertama, keempat parpol pengusung menegaskan tetap solid mendukung Ahok-Djarot dalam menyukseskan Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Partai politik pengusung yang terdiri dari empat parpol tetap kompak dan solid mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Karena itu, tidak ada lagi keraguan dari semua partai politik pendukung terkait status hukum Pak Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Sekretaris Timses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily.

Kedua, jelas Ace Hasan, Ahok menghormati proses hukum yang sudah ditetapkan Polri. "Beliau sangat menghormati proses hukum dan akan melakukan langkah-langkah hukum sesuai dengan ditetapkan oleh kepolisian. Beliau pasti kooperatif, setiap saat beliau akan dipanggil oleh kepolisian, dan akan memberikan keterangan terkait status hukumnya.

Ketiga, politisi partai Golkar ini menegaskan timses akan terus bekerja dan membuat strategi meskipun Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami tim pemenangan akan tetap bekerja dan bahkan ditetapkan Pak Ahok tersangka, tidak akan menyurutkan kami untuk melakukan strategi pemenangan, bahkan lebih semangat kalau pak Ahok dan pak Djarot adalah pasangan terbaik yang diinginkan masyarakat Jakarta," jelas Ace Hasan.

Dalam jumpa pers, Ace Hasan didampingi bersama Koordinator tim pemenangan Aria Bima, anggota tim pemenangan bagian bidang data dan informasi Eva Kusuma Sundari, Ketua dewan pertimbangan DPD Golkar DKI Jakarta Donny Tjahja Rimbawan, politisi partai Hanura Miryam S. Hariyani, dan politisi Nasdem Wibi Andriano. [rol+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...