Israel Susun RUU Larangan Adzan dengan Speaker di Al-Quds

+ResistNews Blog - Komite Tingkat Menteri Israel baru-baru ini merancang undang-undang (RUU) yang melarang adzan menggunakan pengeras suara di masjid-masjid di kota Al-Quds (Jerusalem) dan daerah-daerah dekat dengan pemukiman Israel serta Jalur Hijau. RUU ini telah siap diajukan ke parlemen untuk dibahas dan disetujui.

Dilansir dari Al-Jazeera, Presiden Israel Benyamin Netanyahu, Ahad (13/11), mendukung RUU tersebut. Berbicara dalam pertemuan pekanan dengan kabinetnya, Netanyahu bahkan mengungkapkan suara adzan telah menyiksa warga Yahudi.

“Saya tidak bisa menghitung berapa banyak aduan yang disampaikan warga dari seluruh agama atas keluhan bisingnya (suara adzan -red) dan penderitaan yang mereka alami,” kata Netanyahu di hadapan para menterinya.

Dia menambahkan, Israel berkomitmen melindungi orang-orang yang tersiksa akibat suara speaker adzan. Namun demikian, dia mengklaim negaranya menghargai kebebasan beribadah seluruh pemeluk agama.

Dalam draft RUU larangan adzan dengan speaker itu disebutkan pihak berwenang boleh menindak dan memidakan muadzin yang adzan dengan pengeras suara. Tidak hanya itu, mereka juga dikenakan hukuman ekonomi.

Di sisi lain, kelompok sayap kanan Israel mengkritik keras RUU tersebut. Mereka menegaskan bahwa undang-undang itu dibuat bukan karena melindungi pemukim Yahudi dari “siksaan” suara adzan namun menargetkan masjid.

Negara ingin menyakiti seluruh rakyat dengan undang-undang itu. Tidak hanya itu, RUU ini mencederai kebebasan dan demokrasi. [Al-Jazeera/kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...