Panglima TNI Sebut Australia dan Amerika Sebar Berita Provokasi


+ResistNews Blog - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, akan menggelar aksi nusantara bersatu pada 30 November mendatang. Aksi ini diinisiasi untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, ada keterlibatan pihak asing dalam penyebaran berita provokasi.

"Setelah ditelusuri intelijen, ternyata yang nyebar adalah dari Australia dan dari Amerika. Ternyata bukan dari dalam. Tujuannya tidak lain untuk memecah belah," ujar Gatot di hadapan peserta seminar naisonal yang bertajuk 'Peningkatan Ketahanan Bangsa Untuk Menjaga Keutuhan NKRI' di Aula Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu (23/11).

Menurut Gatot, Indonesia saat ini tengah ramai berbagai aksi demo. Kondisi ini, dapat mengancam kedaulatan Tanah Air. Karena itu, kata dia, perlu melaksanakan Nusantara Bersatu. "Pada tanggal 30 nanti di semua daerah cari lapangan besar berkumpul bersama-sama," kata Gatot.

Menurutnya, inisiasi ini diutarakannya setelah mendengar kabar tentang pemukulan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq oleh anggota TNI tadi malam. Ia pun langsung mengoordinasikan kepada anggotanya yang kemudian diungkap bahwa kabar tersebut hoax.

Namun, Gatot menuturkan, yang mengkhawatirkan adalah adanya keterlibatan pihak asing tadi dalam penyebaran berita provokatif tersebut. Australia dan Amerika, disebutnya, menjadi dalang penberitaan yang dapat menyebabkan perpecahan Indonesia tersebut.

Gatot mengimbau, seluruh provinsi menggelorakan persatuan Indonesia dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Para pemuka agama pun sudah mendukung aksi ini dan siap mengganti sorban putih mereka dengan merah putih untuk menunjukkan rakyat Indonesia siap bersatu melawan intevensi asing.

"Saatnya kita menunjukkan bahwa nusantara bersatu. Kita berkumpul di tiap-tiap provinsi dengan ikat kepala merah putih," ucapnya. [rol+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...