Pasca Trump Terpilih, Saudi Kembali Perkuat Hubungan dengan AS


+ResistNews Blog - Kerajaan Arab Saudi mengungkapkan akan kembali memperkuat hubungan historis dan strategis dengan Amerika Serikat setelah terpilihnya Donland Trump. Saudi juga menyampaikan, tak ada yang dikhawatirkan mengenai investasi kerajaan di negara adidaya itu.

Anggota Dewan Menteri Kebudayaan dan Informasi Saudi, Isham bin Sa’ad, seperti dilansir Al-Jazeera, Selasa (15/11), menyampaikan bahwa Raja Salman mengabarkan dalam pertemuan Dewan Menteri pada Senin (14/11) telah menghubungi Donald Trump setelah terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.

Dalam sambungan telepon itu, kata Isham, Raja menyampaikan bahwa Saudi ingin kembali membangun hubungan historis dan strategis dengan Amerika Serikat. Saudi ingin bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah serta di dunia.

Ibnu Sa’ad menambahan, Raja juga telah membahas dengan Kepala Gabungan Staf Militera AS Jenderal Joseph Dunford mengenai kerjasama bilateral antara kedua negara. Pembicaraan itu juga menyinggung perkembangan terakhir di kawasan Timur Tengah.

Di tempat berbeda, Gubernur Bank Nasional Saudi Ahmad Al-Khalifi mengatakan tak ada yang perlu dikhawatirkan terkait investasi negaranya di Amerika Serikat pasca terpilihnya Donald Trump. Kerajaan tidak mengambil langkah baru terkait investasi tersebut.

Perlu diketahui, investasi kerjaan Saudi di Amerika Serikat mencapai 95,5 miliar dollar. Saudi mengancam menarik seluruh investasi di AS setelah kongres AS meresmikan undang-undang Jasta, yang membolehkan korban serangan WTC menuntut Saudi. [Al-Jazeera/kiblat.net+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...