Pengamat Terorisme: Kapolri Terus Tekan Umat Islam, Bisa Muncul Gerakan “Copot Tito”


+ResistNews Blog - Pengamat terorisme Harits Abu Ulya mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tidak terus-terusan menebar tekanan kepada umat Islam yang menuntut keadilan soal penistaan agama. Jika Kapolri terus menekan umat Islam, bisa saja umat Islam balik menekan dengan menggalang gerakan “pencopotan Tito”.

“Jika Kapolri terus-terusan menebar tekanan kepada umat Islam yang menuntut keadilan, bisa-bisa umat marah menekan balik kemudian suarakan ‘Copot Tito!’|Copot,” tegas Harits di akun Twitter ‏@HaritsAbuUlya.

Menurut Harits, sejumlah pihak melihat demonstrasi Aksi Bela Islam III, 2 Desember 2016, sebagai hantu bagi rezim penguasa. “Ada yang mulai kehilangan nalar sehat demi rezim, ada yang mulai galau tidak solid, banyak lupa bahwa perubahan itu dinamis| 212 menjadi hantu bagi rezim,” ungkap @HaritsAbuUlya.

Sebelumnya, Mantan anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Dani Anwar mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera menahan tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jika Ahok dipenjara, pertikaian antar kelompok masyarakat akan selesai.

“Sudahlah nggak usah muter-muter tahan saja penista Al Qur’an selesai insya Allah,” tegas Dani di akun Twitter ‏@danianwar .

Dani juga berharap Ahok segera ditahan setelah pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Mabes Polri (22/11). “Tersangka Penista Al Qur’an setelah diperiksa hari ini semoga tidak pulang lagi. Langsung ditahan,” tulis @danianwar.

Soal isu makar yang akan mengiringi demonstrasi 2 Desember, Dani Anwar menegaskan bahwa tidak ada rencana makar di balik Aksi Bela Islam III itu. “Tahan Ahok tersangka penistaan Al Qur’an. Insya Allah selesai. Lagian yang makar itu siapa ?” tegas @danianwar. [intelijen+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...