Ratusan Advokat Siap Kawal Sikap Keagamaan MUI

+ResistNews Blog - Ratusan advokat dari seluruh tanah air menyatakan siap mengawal pandangan dan sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama telah menghina Al Quran.

“Siap mengawal pernyataan sikap MUI tertanggal 11 Oktober 2016, yang diperkuat dengan tausiyah kebangsaan MUI pada tanggal 9 November 2016 terkait penistaan agama yang dilakukan saudara gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok,” kata pihak Tim Advokasi dalam pernyataan yang dibacakan di Kantor MUI Pusat Jakarta, Senin (14/11).

Seperti diketahui, Ahok telah mengeluarkan pernyataan yang menyebut frase ‘dibohongin pakai surat Al Maidah 51’ saat kunjungan kerja di Kepualauan Seribu. MUI pun mengeluarkan pandangan dan sikap keagamaan atas pernyataan tersebut.

Dalam pernyataannya, MUI menyatakan bahwa pernyataan Ahok menghina Al-Qur’an dan atau menghina ulama. MUI pun menegaskan bahwa penghinaan gubernur DKI Jakarta non aktif itu memiliki konsekuensi hukum.

Sejak dikeluarkannya pandangan dan sikap keagamaan MUI tersebut, polisi baru sebatas melalukan pemeriksaan. Meski telah memicu aksi protes besar-besaran, aparat belum juga menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Lebih lanjut, tim advokasi yang hingga saat ini berjumlah 481 orang itu meminta Kapolri dan Jaksa Agung agar tetap menghargai pendangan dan sikap keagamaan MUI. Pasalnya, lembaga tersebut merupakan satu-satunya wadah formal yang menjadi rujukan umat Islam di Indonesia.

“Menjadikan satu-satunya rujukan agama Islam terkait kasus penodaan dan penistaan agama Islam yang dilakukan saudara gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok,” lanjut pernyataan itu.

Sebelumnya MUI menjadi rujukan dalam kasus-kasus penodan agama Islam, seperti kasus Arswendo Atmowiloto, Ahmad Musaddeq, Lia Eden. Sementara, polisi juga cepat dalam menangani kasus-kasus penodaan agama lain seperti kasus Rusgiaji alias Yohana yang melakukan penistaan dan penodaan agama Hindu di Bali, kasus penodaan roti suci (Hostia) di NTT, kasus Mangapaian Sibuea, pimpinan sekte pondok nabi umat Kristen.

“Pada pokoknya telah dilakukan penahanan terlebih dahulu,” tandas pernyataan tersebut. [kiblat.net/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...