Revolusi Pasti Terjadi, Jika Ahok Tak Di Tangkap



Pernyataan Pers


Jaringan Muda Nahdhatul Ulama (JMNU)

“Revolusi Pasti Terjadi, Jika Ahok Tak Di Tangkap”

Fakta bahwa ada 2 Juta lebih masa umat Islam Jumat pekan lalu di bawah komando Habib Rizieq Syihab mengepung Istana negara dari penjuru mata angin. Dari barat, timur, utara dan selatan tak dapat di pungkiri.

Jika Presiden Jokowi menunjukan sikap pembelaan yang membabi buta terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam kasus penistaan Al Qura’an dan penghinaan terhadap ulama seperti sikap Jokowi belakangan ini paska aksi bela Islam 2 maka dapat di pastikan revolusi sosial niscaya akan terjadi.

Kami ingatkan kepada Presiden, salah ambil langkah maka jabatan anda sebagai taruhannya. Kami tau bahwa orang-orang di belakang Ahok lah yang mendukung anda menjadi Presiden.

Tapi jika itu menyandera anda dan mengorbankan umat Islam yang marah karena kitab sucinya di hina maka kehancuran akan bersama anda semakin dekat. Revolusi pasti terjadi jika Ahok tak di tangkap. Tanda-tandanya sudah nampak dari besarnya perhatian rakyat dan aksi protes di berbagai daerah.

Melihat sikap Kapolri dari mimik wajah maupun pernyataan di televisi kelihatan bahwa Tito Karnavian dalam tekanan berat dan hanya bisa menuruti arahan dan perintah Presiden sehingga supremasi hukum terabaikan. Hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Semua ormas Islam termasuk NU dan Muhammadyah sudah bersikap agar proses hukum tetap berlanjut dan berkeadilan.

Untuk itu kami akan mengamankan Fatwa Ulama di bawah rois am KH. Ma’ruf Amin bahwa yang secara tegas mengatakan Ahok telah menista Al Qura’an dan menghina ulama.

Pilihan ada pada anda bapak Presiden, Tangkap Ahok atau Revolusi yang gelombangnya akan menyapu kekuasaan anda.

Jakarta, 7 November 2016

ttd

M.Adnan Rara Sina
Sekretaris Jenderal JMNU
089673686649 (wa)

No comments

Post a Comment

Home
loading...