+ResistNews Blog - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dikabarkan telah mengumumkan tentang penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Assad. Ia mengatakan penggunaan senjata ini dapat melemahkan larangan digunakannya senjata ‘tabu’ tersebut, PressTV melaporkan pada Selasa (8/11/2016).

Dalam surat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB pada Senin (7/11/2016), Ban mengatakan ia sangat khawatir senjata kimia bisa digunakan dalam perang konflik mulai sekarang hingga masa depan.

Surat itu ditulis dalam kaitannya dengan laporan dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), sejak periode dari 23 September – 22 Oktober, yang tengah menyelidiki penggunaan bahan kimia di Aleppo atas permintaan dari rezim Suriah.

“Sangat penting bahwa mereka yang menggunakan senjata terlarang tersebut harus bertanggung jawab atas segala akibatnya,” kata Ban.

Dalam laporan tersebut, Direktur OPCW Jenderal Ahmet Uzumcu menekankan bahwa “intensitas konflik yang sedang berlangsung di Aleppo merupakan tantangan besar” bagi pekerjaan setiap organisasi kemanusiaan.

Dia mencatat bahwa OPCW akan melanjutkan pekerjaannya dengan pihak berwenang Suriah untuk melakukan investigasi lebih jauh lagi.

Pada 30 Oktober 2016, sekitar tiga lusin orang teracuni oleh rentetan peluru yang sarat dengan gas beracun. Peluru ini diluncurkan oleh kelompok bersenjata dan pasukan rezim terhadap dua lingkungan perumahan di Aleppo. [islampos.com/ +ResistNews Blog ]

Post a Comment

Powered by Blogger.