Sekutu Politik Putin: Rakyat Amerika Jangan Pilih Presiden Wanita Supaya Tak Terjadi Perang Nuklir



+ResistNews Blog
 - Rakyat Amerika Serikat harus memilih Donald Trump dalam pemilu presiden bulan depan, jika tidak maka negaranya terancam menghadapi perang nuklir. Demikian menurut pendapat seorang politisi ultra-nasionalis sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin yang senang menyamakan dirinya dengan capres AS dari Partai Republik itu.

Vladimir Zhirinovsky, seorang anggota parlemen kawakan Rusia yang dikenal dengan komentar-komentar pedasnya, dalam wawancara kepada Reuters mengatakan bahwa Trump satu-satunya orang yang dapat meredam ketegangan antara Moskow dengan Washington.

Sebaliknya, menurut Zhirinovsky, Hillary Clinton justru akan memicu Perang Dunia III.

Perlu diketahui, di Rusia Zhirinovsky dikenal sebagai “ikan badut” yang sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial untuk menarik perhatian. Namun, dia juga dikenal sebagai orang yang setia menjalankan perintah Kremlin, dan terkadang dipakai untuk menyuarakan pemikiran radikal dalam rangka menguji reaksi publik. Namun, berbeda dengan Donald Trump, yang merupakan pengusaha properti dan menyebut dirinya sebagai anti kemapanan dan mencalonkan diri sebagai capres AS tanpa bermodalkan karir politik sedikit pun, Zhirinovsky adalah politisi Rusia yang malang-melintang di Duma selama lebih dari dua dekade.

“Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat tidak bisa terus memburuk. Satu-satunya jalan yang bisa membuatnya bertambah buruk adalah jika perang dimulai,” kata Zhirinovsky berbicara di kantornya yang sangat luas di lantai 10 gedung majelis rendah parlemen Rusia alias Duma.

“Rakyat Amerika yang akan memilih presiden pada 8 Nov harus menyadari bahwa mereka memilih demi perdamaian di Planet Bumi jika memilih Trump. Tetapi jika mereka memilih Hillary, itu artinya perang. Akan jadi film pendek. Di mana-mana akan terjadi Hiroshima dan Nagasaki,” kata Zhirinovsky seperti dilansir Reuters Rabu (12/10/2016).

Sama seperti pendapat Trump agar Amerika mendirikan tembok beton berduri di perbatasan dengan Meksiko guna mencegah imigran masuk, Zhirinovsky pernah mengusulkan agar menghalangi daerah selatan Rusia yang mayoritas berpenduduk Muslim dengan pagar berduri.

Presiden Putin pernah memuji Trump sebagai “orang berbakat”, sementara miliuner propeti itu mengatakan bos Rusia tersebut adalah seorang pemimpin yang lebih baik ketimbang Barack Obama.

Dalam salah satu komentarnya untuk menyenangkan Moskow, Trump pernah mempertanyakan apa artinya keberadaan pasukan NATO di Ukraina, negara bekas pecahan Uni Soviet yang sedang berkonflik senjata dengan Rusia terkait wilayah Krimea. Menurut Trump, Amerika Serikat jika berada di bawah kepemimpinan tidak akan terlalu sibuk mencampuri urusan negara lain.

“Dia [Trump] tidak peduli soal Suriah, Libya dan Iraq, dan kenapa juga Amerika harus ikut campur di dalam negara-negara itu, serta Ukraina. Siapa yang butuh Ukraina?” kata Zhirinovsky, yang pernah menyebut dirinya akrab dengan Saddam Hussein dan Muammar Qadhafi, yang kematian keduanya masih diratapinya.

Di lain pihak, Hillary Clinton pernah mengeluarkan komentar yang mempertanyakan mengapa sepertinya Donald Trump berakrab-akrab dengan Moskow. Dia menduga Trump ada kepentingan bisnis dengan negeri beruang merah itu. [hidayatullah+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...