Situs Islam Diblokir, Romo Syafi’i: Itu Menteri Panik


+ResistNews Blog - Bersamaan dengan kasus penistaan agama oleh Ahok, sejumlah media Islam diblokir secara sepihak oleh Kominfo karena dianggap bernuansa SARA.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Muhammad Syafi’i, mengatakan bahwa itu buah dari tindakan menteri yang panik.

Pria yang akrab disapa Romo Syafii ini malah mempertanyakan situs-situs Islam ditutup, sementara situs yang bernuanasa memecah-belah dibiarkan.

“Ini kan menteri yang panik. Karena menutup media media, situs situs yag bernuansa Islam itu panik. Sementara dia tidak bisa menutup situs-situs yang bisa memecah belah bangsa, merusak kerukunan,” katanya kepada JITU News Agency di Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu (16/11).

“Tapi media-media yang justru ingin menegakkan kebenaran, menegakkan hukum, itu ditutup,” tuturnya.

Menurut politikus Gerindra ini, penutupan situs-situs Islam menunjukkan era sekarang lebih buruk dari Orde Baru (Orba). Sebab, bila masa Orba memang ada kebijakanya. Kalau sekarang, era keterbukaan.

“Ini sudah kembali ke zaman yang lebih buruk dari jaman orde baru. Kalau orde baru jelas punya kebijakan. Kalau ini kan kebijakannya era keterbukaan. Ada lagi undang-undang tentang keterbukaan publik, juga main tutup-tutup situs,” terangnya.

“Itu menteri nggak ngerti aturan, panik,” tandasnya. [kiblat.net+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...