Sri Mulyani: Pemerintah Cari Utang Lebih Awal untuk Pembiayaan 2017

+ResistNews Blog - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan pemerintah perlu menerbitkan utang lebih awal (pre funding). Ini untuk membiayai belanja pada APBN 2017.

Menurut Sri Mulyani, kebutuhan dana pemerintah yang sebagian besar terserap untuk pengeluaran gaji pegawai dan Dana Alokasi Umum (DAU) di Januari 2017 ini sebesar Rp 116 triliun.

"Presiden minta K/L (Kementerian/Lembaga) untuk melakukan persiapan APBN 2017, sehingga pada kuartal I 2017 sudah bisa langsung diimplementasikan. Karena penerimaan biasanya tidak bisa memenuhi secara langsung, maka pemerintah berencana melakukan pre funding dalam bentuk SBN netto dalam rangka melakukan pendanaan kegiatan pemerintah mulai Januari 2017," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

"Pre funding berarti akan dilakukan penerbitan SBN 2017 ini. Kami akan tetap evaluasi kondisi pasar, sehingga peluang di pasar global dan domestik merupakan pilihan terbuka untukpre funding untuk mendanai kebutuhan 2017," imbuhnya.

Diungkapkan Sri Mulyani, dirinya belum bisa memastikan berapa SBN yang akan diterbitkan untuk kebutuhan pre funding tersebut. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu realisasi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) di APBN-P 2017.

"Itu tentu akan dipenuhi dengan SILPA yang kami miliki maupun pre funding yang akan kami dapatkan, juga penerimaan pajak, bea cukai, dan PNBP. Kami masih lihat seluruh rencana belanja dan pembiayaan masih aman dan kami akan tetap pertahankan. Penerimaan perpajakan kami usahkan November dan Desember akan naik, sehingga bisa memberi tambahan dari sisi reserve untuk bisa danai Januari (2017)," pungkasnya. (detik/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...