Trump Ingin Perantarai Perdamaian Israel dan Palestina


+ResistNews Blog - Presiden terpilih Donald Trump menyatakan dia "dengan senang hati ingin" membantu pencapaian kesepakatan untuk mengakhiri konflik berlarut-larut antara Israel dan Palestina terlepas dari sejarah upaya Amerika Serikat untuk memperantarai perdamaian Timur Tengah yang diwarnai kegagalan.

"Saya dengan senang hati ingin menjadi orang yang mewujudkan perdamaian Israel dan Palestina. itu akan menjadi pencapaian besar," kata Trump saat diwawancarai oleh The New York Times, Rabu (23/11).

Seorang wartawan New York Times mencuit bahwa Trump juga mengusulkan menantunya Jared Kushner dapat membantu memperantarai kesepakatan tersebut. Kushner, yang menikahi putri Trump, Ivanka, berasal dari keluarga Yahudi Ortodoks. Pengusaha dan investor itu adalah penasihat dekat Trump selama kampanye pemilu.

Setelah kemenangan Trump pada 8 November, Kushner dilaporkan meminta akses ke pengarahan keamanan harian Gedung Putih yang diberikan kepada ayah mertuanya. Kushner dan istrinya hadir ketika Trump bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 17 November. Pertemuan pertama presiden terpilih itu dengan seorang pemimpin asing.

Trump pernah menyulut kemarahan Palestina dengan mengatakan, bahwa Yerusalem seharusnya diakui sebagai ibu kota Israel. Ide yang bertentangan dengan kebijakan tradisional Amerika Serikat.

Kalangan berhaluan kanan Israel menyatakan, kepuasan atas kemenangan Trump yang dipandang sebagai pertanda untuk melanjutkan atau mempercepat pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang duduki Israel, dan bahkan akhir dari gagasan negara Palestina merdeka.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pekan lalu mengatakan, pembantu Trump mendesak politikus sayap-kanan Israel meredam kegembiraan atas pemilihannya menurut media Israel.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry selama berbulan-bulan berusaha dan gagal membawa Palestina dan Israel ke meja perundingan damai. Perundingan antara kedua pihak berakhir dua setengah tahun lalu. [Antara/REUTERS/rol+ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...