Blunder Sari Roti, Klarifikasi Sari Roti Justru Munculkan Pertanyaan, Ini Penjelasan Peneliti JSI Aryos Nivada



+ResistNews Blog
 - Sari Roti menyampaikan klarifikasi terkait informasi bagi roti Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling di Aksi Bela Islam 212. Menurut Sari Roti, pembagian itu bukan kebijakan dan tanpa seijin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

“Sampai di sini tidak masalah,” kata Aryos Nivada, Selasa (6/12).



Peneliti di JSI itu juga memandang biasa saja apresiasi Sari Roti kepada Aksi Super Damai 212 yang berjalan lancar dan tertib. “Jangankan pihak Sari Roti, Presiden dan Wakil Presiden RI pun telah menyampaikan apresiasi kepada semua aksi rakyat karena undang-undang memang tidak melarang, apalagi yang dilakukan dengan tertib dan damai, ” tambah Aryos Nivada.

Hanya saja, yang dipertanyakan Aryos, mengapa Sari Roti mesti menambah penegasan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika?

“Ada beberapa kumungkinan penyebabnya, ” sebut Aryos.

Pernyataan ini sangat mungkin karena Sari Roti memiliki stereotip bahwa Aksi Bela Islam III adalah aksi yang tidak nasionalis, merusak NKRI dan mengancam Bhinneka Tunggal Ika. “Ini stereotip yang aneh, ” nilai Aryos .

Atau, bisa jadi Sari Roti mendapat teguran dari pihak tertentu yang mempertanyakan nasionalisme Sari Roti karena tidak melarang para penjual roti keliling berada di area aksi. “Ini juga salah tempat karena tidak boleh ada pihak yang menakuti apalagi melarang pedagang, kecuali memang pada tempat itu sudah dinyatakan ssbagai arena larangan untuk berjualan, ” kata Aryos.

Terakhir, Aryos menduga bahwa klarifikasi itu bentuk ketakutan Sari Roti sendiri sehingga harus mengeluarkan klarifikasi yang sebenarnya tidak dibutuhkan. “Semua pedagang, dalam moment apapun dibebaskan untuk menjaja produk apapun sejauh area tersebut memang tidak dilarang untuk berdagang,” sebutnya. [acehtrend/ +ResistNews Blog ]

No comments

Post a Comment

Home
loading...