Siapa Dibalik Fitnah Terhadap Habib Rizieq dan Firza Husein?

Bagi kaum muslimin, sesiapa yang masih ada furqon dalam dadanya tidak akan percaya dengan fitnah keji terhadap Habib Rizieq beberapa hari...

Bagi kaum muslimin, sesiapa yang masih ada furqon dalam dadanya tidak akan percaya dengan fitnah keji terhadap Habib Rizieq beberapa hari lalu. Sebagian muslimin dengan sigap sudah meng-counter fitnah tersebut dengan analisa yang baik. Saya hanya akan sedikit mengemukakan analisa teknis yakni dari sisi keotentikan data, siapa dalang pelaku fitnah dan penjelasan soal peluang untuk menangkapnya.

Benarkah Garapan Hacker?

Website berisi fitnah tersebut adalah balada****.com (selanjutnya saya sebut web B), s05e****.com(selanjutnya saya sebut web S) dan 4n5****.com (selanjutnya saya sebut web E). Pembuat website-nya, sebut saja Mr X, mengaku seorang hacker yang tergabung dalam kelompok bernama anonymous. Web S dan web E berisi video yang oleh Mr X disebut sebagai trailer. Sementara web B berisi lebih kompleks, yakni suara seseorang yang diklaim Mr X sebagai suara Firza yang di-compile dalam bentuk video disertai transkrip suara, selebihnya berupa capture obrolan whatsapp dan gambar-gambar berisi komentar.

Hacking dalam bahasa Indonesia artinya meretas, mengurai, membedah dan menembus. Dalam konteks ini maksudnya adalah meretas, mengurai, membedah, atau menembus sistem keamanan suatu dinding virtual. Pelaku hacking disebut hacker.

Orang Indonesia sering meng-underestimate pola kerja hacking. Contoh kasus, si A pinjam telepon genggam si B, lalu si A melihat halaman Facebook si B yang terbuka karena belum di-logout, kemudian si A mengupdatestatus facebook si B tanpa sepengetahuan si B. Kebanyakan kita menyebut aktivitas si A itu sebagai hacking. Tapi sebenarnya bukan! Itu hanya sabotase biasa, karena tidak ada teknik khusus peretasan dalam hal ini. Tidak setiap sabotase adalah hacking. Tidak pantas pula jika si A menyebut dirinya sebagai hacker.

Kembali pada topik tulisan ini, pada ketiga website tersebut, Mr X mengatasnamakan anonymous, sebuah kelompok hacker internasional yang beberapa tahun ini menjadi populer atas serangkaian aksi serangan ke server-server pemerintahan, gereja dan perusahaan sebagai bentuk protes terhadap sikap dan kebijakan. Anonymous menyebut diri mereka sebagai hacktivist, akronim dari hacking activist.

Sebagaimana kelompok hacker umumnya, hampir tidak pernah ada pertemuan fisik antar anggotanya, bahkan sedikit sekali yang saling kenal (lain halnya pada kelompok elite hackers dengan misi yang lebih pragmatis dan spesifik). Sebagai kelompok besar, anonymous beroperasi secara leaderless dan bergerak sporadis (terdesentralisir). Ini menyebabkan syarat untuk bergabung dalam anonymous lebih mudah dari pada kelompok lain.

Oleh karena itu, siapa pun bisa saja mengklaim sebagai bagian dari anonymous. Masalahnya kini, benarkah Mr X adalah seorang hacker dan bagian dari anonymous?

Selama ini kelompok anonymous beroperasi dalam berbagai macam bentuk serangan. Serangan paling umum adalah defacing, yaitu memanfaatkan celah keamanan untuk mengganti tampilan suatu halaman websitedengan konten yang dikehendaki oleh hacker (dalam hal ini berperan sebagai defacer), biasanya berupa pesan-pesan khusus. Dalam aksi defacing, anonymous menyampaikan kritikan atau protes, disertai satu di antara dua logonya sebagai signature, yaitu logo pria tanpa kepala dan logo topeng hitam-putih Guy Fawkes (seorang protagonis dalam film V for Vendetta).

Nah, upaya fitnah Mr X yang ditujukan pada Habib Rizieq ini tidak ada unsur hacking sama sekali. Ketiga website fitnah tersebut bukanlah hasil defacing, melainkan dengan membeli domain baru. Web B dipesan 29 Januari 2017 sedangkan web S dan web E dipesan dua hari sebelumnya. Keduanya disewa satu tahun di namesilo[dot]com sebuah perusahaan penyedia domain (registrar) di Arizona, Amerika Serikat dengan harga masing-masing USD 8,99 atau sekitar Rp 120.000, sudah termasuk domain privacy protection (layanan penyembunyian identitas).

Apa itu domain? Jadi untuk membangun sebuah website, dibutuhkan domain dan hosting. Domain adalah alamat website, sedangkan hosting adalah server di mana file-file website ditempatkan. Yang menghubungkan domain dengan hosting adalah name server. Untuk lebih gampangnya, saya analogikan, domain adalah papan nomor rumah dan hosting adalah bangunan rumah. Memasang name server, ibaratnya seseorang sedang memasang papan nomor rumah di depan rumahnya.

Selain menyembunyikan identitas diri dengan privacy protection, Mr X juga berupaya untuk menyembunyikan lokasi asli hosting-nya. Ini dilakukan dengan memasang CDN gratisan dari cloudflare[dot]com. Tekniknya yaitu dengan menggunakan name server bayangan atau perantara. Biasanya orang yang menggunakan teknik ini membeli domain di tempat berbeda dengan tempat membeli hosting. Bisa jadi, ketiga web itu di-host di serverlokal Indonesia.

Hacking membutuhkan kemampuan dan teknik khusus dengan meretas keamanan, sedangkan Mr X hanya membeli domain, di mana cuma membutuhkan kartu kredit yang valid atau akun Paypal dengan balance yang cukup. Ini mudah, tanpa kemampuan khusus, siapa pun bisa melakukan, apalagi sudah banyak penyedia jasa isi balance Paypal di Indonesia. Jika Mr X benar-benar hacker, mestinya dia mengincar website yang sudah ada misalnya milik pemerintah, lalu melakukan aksi deface-nya di situ.

Sekarang kita bedah sedikit struktur webnya. Tidak ada skill khusus yang nampak pada Mr X dari sisi pemrograman maupun desain. Website dibangun dengan HTML, sebuah bahasa pemrograman web paling dasar. Strukturnya yang terlalu rapi justru menunjukkan bahwa Mr X menggunakan bantuan softwareperancang web, bukan dengan manual coding.

Hit counter adalah sebuah fitur yang dipasang pada sebuah website untuk mengetahui jumlah pengunjung. Seorang yang punya skill pemrograman, jika membutuhkan hit counter pada websitenya, akan lebih memilih menggunakan server side, dimana informasi pengunjung akan diproses di server dan disimpan di databaseinternal. Sementara Mr X cuma menggunakan hit counter gratisan dari reliablecounter[dot]com yang tidak menggunakan _cookie._ Artinya setiap pengunjung bisa dihitung berulang-ulang, sehingga validitas nilainya sangat kecil. Ini menguatkan analisa bahwa Mr X bukanlah programmer, apalagi hacker.

Seorang defacer akan menghindari penggunaan file yang terlalu besar dalam halaman website yang di-deface. Tujuannya agar tidak terlalu memakan banyak bandwith sehingga proses load halaman lebih cepat. Sedangkan di web B, file gambar seluruhnya beresolusi 96dpi, padahal web browser hanya membutuhkan 72dpi. Ukuran file-file tersebut sebenarnya masih bisa dikompres 35-60% tanpa mengurangi kualitas gambar. Di samping itu, file gambar dengan rata-rata lebar 1366px hanya ditampilkan 800px di halaman website. Artinya, secara keseluruhan ada 0,75-0,85% inefisiensi (kemubadziran) ukuran file!

Jadi, masih perlukah kita percaya kalau website-website fitnah ini garapan hacker?
Jika klaim bahwa Mr X adalah anonymous adalah semata-mata untuk menghasut dan menjebak masyarakat. Pengatasnamaan anonymous dalam kesesatpikiran argumentum auctoritatis, akan menggiring setiap pendengar dan pembaca fitnah itu menganggapnya sebagai hal yang benar tanpa harus diuji kebenarannya, atas dasar nama besar kelompok hacker ternama anonymous. Ini jelas sangat berbahaya, apalagi yang disasar adalah seorang ulama besar dan telah diangkat sebagai Imam Besar umat Islam belakangan ini.


Konten: Asli Atau Palsu?

Di web B, Mr X menyertakan capture obrolan via Whatsapp (yang katanya) antara habib Rizieq dan Firza Husein. Sebenarnya, capture obrolan Whatsapp asli hanya bisa dilakukan oleh orang yang punya otoritas (penguasaan) terhadap suatu nomor Whatsapp yang terdaftar. Kenapa? Mari simak.

Whatsapp menerapkan signal protocol dengan enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) 256bit dalam mode CBC. Enkripsi yang bersifat ujung-ke-ujung (end-to-end) ini menjadikan sebuah pesan Whatsapp hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima. Message key (kunci enkripsi) tidak pernah disimpan dan selalu berubah. Jadi kalaupun ada yang bisa intercept (mencegah; menyadap) data di tengah jalan, data tidak akan bermakna apa-apa, tidak bermanfaat dan tidak bisa dimengerti.

Sebuah sesi obrolan (session) Whatsapp akan berakhir jika ada perubahan perangkat. Sebagai bukti, silakan coba: misal ada dua smartphone, sebutlah hp X dan hp Z, dengan Whatsapp bernomor 08131313 ter-install di hp X, setelah itu install aplikasi Whatsapp dengan nomor sama ke hp Z. Maka jika konfirmasi berhasil, sesi yang ada di hp X akan hangus, dan terbentuk sesi baru di hp Z. Dengan kata lain, semua Whatsapp chat yang tertuju ke nomor 08131313 akan hanya diterima di hp Z, dan aplikasi Whatsapp di hp X tidak bisa digunakan sampai ada otorisasi baru. Artinya, satu nomor Whatsapp tidak bisa dipakai oleh dua smartphone secara bersamaan. Berbeda dengan Whatsapp Web yang menggunakan ekstensi sesi, bukan pembaharuan sesi.

Penyadapan komunikasi Whatsapp hanya bisa melalui malware (bukan dengan intercept). Cara ini menguras banyak sumber daya memori, grafis dan koneksi data di perangkat target, sehingga membuat perangkat menjadi "lemot" yang pada akhirnya hanya akan memunculkan kecurigaan dan kewaspadaan si target.

Simpulan dari penjelasan di atas adalah pertama, sistem keamanan Whatsapp tidak memungkinkan adanya penyadapan, baik oleh kriminal, kepolisian maupun pihak Whatsapp sendiri; kedua, Whatsapp tidak bisa di-cloning; ketiga, jikapun ada yang bisa intercept komunikasi Whatsapp, hanya akan mendapatkan data yang tak bernilai, karena tidak mempunyai kunci untuk dekrip (membongkar) data.

Jadi, misal Mr X benar-benar mendapat data obrolan melalui upaya hacking, mestinya data yang disajikan di web B adalah data teks, bukan berupa capture gambar. Capture dengan cara screenshot asli hanya dimungkinkan diambil dari sisi pengguna sesungguhnya, bukan dari penyadapan atau peretasan (hacking)!

Lalu bagaimana bisa web B menyertakan capture obrolan Whatsapp antara (yang katanya) Habib Rizieq dengan Firza Husein? Aslikah? Dalam obrolan whatsapp, bubble (kotak berisi teks chat) berwarna hijau adalah teks terkirim, sedangkan bubble berwarna putih adalah teks masuk dari lawan obrol. Jadi, capture obrolan yang ditampilkan web B adalah dari sisi (yang seolah) tampilan hp Firza Husein.

Andai capture tersebut asli, maka muncul dugaan yang perlu diuji lagi yaitu pertama, Mr X atau si anonymous abal-abal ini menghubungi Firza Husein dan meminta data capture-nya lalu dengan polosnya Firza Husein menyerahkannya. Rasanya tidak mungkin seseorang memberikan sesuatu yang bersifat rahasia ke orang yang tidak dikenal, apalagi untuk menjatuhkan harga dirinya sendiri. Oke, dugaan kedua, sebaliknya, Firza Husein sendiri yang menghubungi Mr X dan membocorkan capture obrolannya. Ini artinya Firza mencari kontak seorang hacker yang tidak jelas identitasnya? Waduh, lebih impossible!

Jadi, sampai di sini, sudah terbaca kan kalau capture obrolan di web B itu palsu? Mari kita gali lagi. Sebenarnya ada sekian cara untuk membuat capture palsu Whatsapp seperti itu. Bisa dengan metode rekayasa desain grafis, namun cara ini butuh skill, ketelitian dan kesabaran ekstra. Selain itu bisa dengan menggunakan dua smartphone dengan masing-masing ter-install Whatsapp, lalu simpan nomor Whatsapp milik smartphone kedua di kontak smartphone pertama dengan nama yang dikehendaki. Agak ribet memang. Alternatif paling mudah, dengan menggunakan aplikasi generator capture palsu. Banyak aplikasi semacam ini, ketik saja fake whatsapp di Playstore maupun di App Store. Kelebihannya, mudah dan murah. Siapa pun bisa membuat capture palsu obrolan Whatsapp model ini.

Pada kasus ini, capture obrolan di web B diambil dengan tampilan seolah dengan cara screenshot. Sedangkan capture tampilan profil diambil dengan cara memotret handphone lain, nampak dari resolusi yang lebih pecah, gambar yang miring, crop (potongan) yang tidak rapi, dan brightness lebih redup. Selain metode capture yang berbeda tersebut, ini juga menunjukkan bahwa capture gambar diambil dari perangkat yang berbeda.

Selain itu, dari beberapa foto telanjang (yang katanya) Firza Husein di web B, tidak ada satupun yang embedded (menyatu) di layar obrolan. Semuanya adalah gambar terpisah. Hanya ada satu gambar embedded yaitu foto (yang katanya) Firza bersama seorang anak kecil.

Di samping capture Whatsapp palsu, di bagian akhir web B, Mr X juga menyertakan dua foto yang “sama tapi beda”, yang justru membongkar dusta Mr X sendiri. Foto pertama dengan caption “Foto Bersama Aktivis” dan foto kedua ber-caption “Selalu nempeeel….”. Mr X menyunting foto menjadi tampak Firza Husein ada di sebelah Habib Rizieq dengan posisi nempel. Bagaimana kita tahu kalau itu foto yang sudah disunting? Mudah saja. Kedua foto tersebut sebenarnya diambil di tempat dan momen yang sama. Foto yang asli adalah foto pertama, dimana Rachmawati Soekarnoputri-lah yang ada di samping Habib Rizieq. Antara dua foto itu, pose orang-orang di dalamnya relatif tidak ada perubahan, karena diambil dengan continuous shot yang jarak waktu ambil antar foto hanya sepersekian detik. Jadi, dengan waktu yang sesingkat itu, mustahil Firza Husein bertukar posisi dengan Rachmawati. Kejanggalan lain, gambar bu Firza di foto kedua lebih blur terutama bagian tepi. Aslinya, kursi yang digunakan adalah kursi kayu dengan busa. Mr X kurang teliti hingga setelah mengganti foto Rachmawati dengan Firza, dia lupa menambal sisi belakang Firza dengan tekstur busa kursi. Terasa sekali hasil editing.

Kemudian soal video. Video yang disertakan sebenarnya bukan benar-benar video dalam artian rekaman gambar gerak, melainkan hanya kumpulan foto yang diberi komentar, serta ada rekaman curhat (yang katanya) suara Firza via telepon beserta transkripnya. Yang aneh, bukan seperti pembicaraan telepon, ini malah berupa monolog. Jika kita cek dan bandingkan dengan rekaman sadapan pembicaraan telepon pada umumnya, pasti ada suara dari dua pihak yang terekam. Sedangkan di rekaman (yang katanya) Firza itu, selama hampir empat menit tidak ada feedback sepatah kata pun dari lawan bicara dan tidak ada jeda hingga akhir. Nampak jelas rekayasanya.

Saat ini publik tentunya bertanya, siapakah Mr X ini? Publikasi awal mengenai website-website tersebut dimulai dari portal gerilyapolitik[dot]com alias gerpol. Pada 29 Januari 2017 pukul 12.00, gerpol merilis sebuah artikel berisi (yang seolah) obrolan antara gerpol dengan anonymous. Di situ seolah (yang katanya) anonymous membocorkan curhatan (yang katanya) suara Firza Husein (FH) serta obrolan whatsappnya dengan (yang katanya) Habib Rizieq Sihab (HRS). Artikel tersebut sangat cacat dari segi etika jurnalistik. Yang pertama, gerpol tidak menanyakan keaslian data; serta dari mana dan bagaimana data didapat. Kedua, gerpol tidak memenuhi prinsip cover both sides dengan tidak mengklarifikasi data tersebut pada yang bersangkutan.

Dari penjabaran sebelumnya, sudah jelas bahwa Mr X si pembuat website-website fitnah itu hanya mengaku-aku sebagai hacker yang tergabung dalam anonymous. Juga sudah terbukti akan kepalsuan data-data yang disajikan.

Pertanyaan besar berikutnya adalah, dari sekian banyak media yang ada, kenapa Mr X memilih “membocorkan” data yang ia miliki kepada gerpol? Kenapa tidak pada media-media besar yang setidaknya lebih kredibel dan sudah berdiri lebih lama dari gerpol? Sevital apakah gerpol yang pada saat “pembocoran” itu, usianya sebagai media online baru satu bulan?

Dari pertanyaan-pertanyaan sentilan itu, terang bahwa Mr X sangat erat kaitannya dengan gerpol. Entah itu Mr X ada dalam lingkaran dekat gerpol; atau malah hanya karakter imajiner yang dibuat oleh gerpol; yang dengan kata lain, peran Mr X dimainkan oleh gerpol sendiri.

Siapa dan Apa Misi Gerpol?

Gerpol adalah portal berita politik yang mulai online per 29 Desember 2016. Tidak ada kejelasan dewan redaksi dan penanggung jawab, bisa dibilang gerpol adalah portal berita abal-abal. Isi beritanya cenderung memuji-muji kandidat petahana Pilgub DKI Jakarta 2017 Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok dan menyerang pihak-pihak yang berlawanan dengannya seperti HRS, FPI, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Sylviana Murni, Sandiaga S. Uno, SBY bahkan KH. Ma’ruf Amin pun tak luput dijadikan sasaran tembak.

Dilihat dari timing pendirian dan konten-konten yang seperti itu, jelas gerpol adalah bagian dari proyek penggiringan opini pada Pilkada DKI Jakarta untuk mendorong elektabilitas petahana. Admin gerilyapolitik[dot]com mendapat profit dari Google Adsense. Google Adsense adalah layanan yang menfasilitasi dan mempertemukan pengiklan dan publisher iklan. Di sini gerpol adalah publisher iklan, dimana setiap ada iklan yang ditampilkan maupun diklik pengunjung website, gerpol mendapat bayaran dari pengiklan melalui Google. Dalam layanan Google Adsense, setiap pengiklan dan publisher memiliki kode unik per user, yang berarti jika ada dua website atau lebih dengan kode adsense sama, dapat dipastikan pemiliknya adalah orang yang sama.

Kode adsense dari gerilyapolitik[dot]com adalah ca-pub-2988847642846928. Setelah ditelusuri, website yang memiliki kode sama dengan itu adalah beritamoneter[dot]com. Dari sisi konten, selain berisi informasi sektor ekonomi, belakangan beritamoneter[dot]com juga padat dengan artikel-artikel politik pro Ahok dan Teman Ahok. Semakin jelas bahwa beritamoneter[dot]com dikelola orang yang sama dengan gerilyapolitik[dot]com!

Memburu Pembuat Fitnah: Beranikah Polisi?

Saya percaya akan kehandalan unit cyber crime polisi. Tidak ada maksud menggurui sama sekali, penjelasan berikut sekedar memberi gambaran pada khalayak bahwa menangkap si pelempar fitnah masih sangat mungkin dideteksi dan tidak butuh waktu lama.

Untuk melacak siapa Mr X dengan tracking langsung ke web B, web S dan web E, ada beberapa hambatan karena registrar-nya berada di luar negeri. Sehingga faktor teritorial (wilayah hukum) menjadi tantangan tersendiri, di samping karena masing-masing registrar memiliki terms of service dan privacy policy yang berbeda. Selain itu Mr X menggunakan domain privacy protection untuk menyembunyikan identitas dan CDN untuk menyembunyikan lokasi asli server. Namun demikian, masalah seperti ini bisa teratasi melalui kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat (AS) yang masuk jaringan Interpol sebagaimana kasus-kasus transnasional lain.

Jalan yang lebih mudah adalah melalui pelacakan pemilik gerilyapolitik[dot]com sebagai pintu awal. Gerilyapolitik[dot]com didaftarkan registrar lokal yakni CV. Rumahweb Indonesia (rumahweb[dot]com) yang beralamat di Jogjakarta. Gerilyapolitik[dot]com menggunakan privacy protection, sehingga pihak Rumahweb merahasiakan data-data pemilik gerilyapolitik[dot]com dari publik. Namun tetap dapat diakses dengan legal oleh polisi atas alasan hukum. Rumahweb masih akan menyimpan data-data pemilik gerilyapolitik[dot]com hingga tanggal kedaluwarsanya yakni 29 Desember 2017.

Beritamoneter[dot]com adalah pintu kedua untuk melacak pelaku fitnah. Tak beda dengan gerilyapolitik[dot]com, beritamoneter[dot]com ternyata juga didaftarkan di Rumahweb. Meskipun juga menggunakan privacy protection, beritamoneter[dot]com menyertakan susunan perusahaan dan redaksinya di halaman berjudul “Tentang Kami”. Susunan lengkapnya sebagaimana berikut:

Presiden Director: N Albergatti d’Rofino; Vice Presiden: Chandra Eko Cahyono; IT Director: Arthur Iones; Chief Executife Officer: Seto Djemana; Senior Adviser: Burhanuddin Saputu; News Director: Ari Dictus Armadianto; Marketing Communication: Lita Yohana Diman, Aurelya; Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan: N Albergatti d’Rofino; Pemimpin Redaksi: Emerensiana Jelita; Wakil Pemimpin Redaksi: Agus Eko Cahyono; Kordinator Liputan: Hendrikus Tawur; Sekretaris Redaksi: Indah Putri; Staf Redaksi: Elvis H, Siffi Masdi, Budi, Kurnia, Angreani, Irba, Dodit, Irman, Alfons A, Ardi Winangun; Biro Bali: Hendrikus Tawur; Biro Surabaya: Ari Dictus Armadianto; Biro Bandung: Franky S; Biro Semarang: Ahmad Fathoni; Konsultan Hukum: Kantor Hukum ENP; Fotografer: Denny Indra.

Beritamoneter[dot]com berbadan usaha dengan nama PT. Warta Aksara Abadi. Alamat redaksi beritamoneter[dot]com ada di Kompleks Fatmawati Mas Blok 1/105 2nd Floor, jl. RS Fatmawati No 20 Jakarta Selatan. Sedangkan alamat perusahaan di Gedung MTH square lt UG No A 11 BC, jl. MT Haryono Kav 10 Jakarta Timur, dengan nomor telepon (021) 29575262 dan (021) 37045010. Beritamoneter[dot]com juga menyertakan nomor hp 087886879504 dan pin BB 266830B5 sebagai nomor nara hubung.

Saat ini seluruh web terkait, kecuali web E, sudah diblokir, baik oleh Kemenkominfo ataupun oleh pihak registrar. Web B secara langsung ditangani Kemenkominfo melalui TRUST Positif. Sayangnya, melalui ISP (Internet Service Provider) tertentu web B masih bisa diakses. Sedangkan beritamoneter[dot]com dan gerilyapolitik[dot]com, jika dibuka muncul pesan error DNS. Artinya pemblokiran ada dari pihak registrar dan atau hosting provider, bukan dari Kemenkominfo. Setelah saya tanyakan ke pihak registrar, ternyata benar layanan gerilyapolitik[dot]com mereka batalkan karena terbukti melakukan hate speech. Namun mereka menyatakan masih menyimpan data pemilik gerilyapolitik[dot]com dan bisa diambil atas request dari kepolisian.

Beritamoneter[dot]com dan gerilyapolitik[dot]com tidak bisa diakses mulai 1 Februari 2017. Kemungkinan keduanya memang di-host di-server yang sama. Bisa jadi, menggunakan fitur addon domain yang memungkinkan satu server hosting dipakai oleh beberapa domain. Sehingga ketika server hosting terjadi error karena down, masalah jaringan atau dihapus, maka seluruh domain yang berkaitan juga akan error.

Kita mesti mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kemenkominfo dan registrar serta hosting provider terkait. Namun langkah-langkah pemblokiran saja tidak cukup tanpa diterimanya konsekuensi hukum oleh penyebar fitnah. Terbukti setelah gerilyapolitik[dot]com diblokir, gerpol kembali online dengan domain barunya gerilyapolitik[dot]info, dengan konten yang semakin tendensius berisi hasutan dan fitnah. Kali ini gerpol mendaftarkan domainnya di godaddy[dot]com yang berbasis di Arizona, sama seperti namesilo.

Pelempar fitnah ini, secara hukum negara, setidaknya telah melanggar Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Semoga penegak hukum Indonesia masih bisa membuktikan pada kita semua bahwa negara ini masih sebagai negara hukum, bukan negara penguasa maupun negara politikus.

SAIF AL-QUDSY

Penikmat Isu Teknologi dan Peretasan, Tinggal di Surabaya

COMMENTS

Name

#indonesiatanpajil,4,afghanistan,158,afrika,54,agama,303,agenda acara,3,ahmadiyah,3,ajzerbaijan,1,Aksi Gema Pembebasan Soloraya tolak RUU Pendidikan 7 May 2012,1,al islam,178,aljazair,6,amerika,628,analisi,1,analisis,330,analisisjihad,69,arab saudi,91,argentina,1,asean,1,asia,1,australia,51,austria,3,azerbaijan,1,bahrain,4,bangladesh,16,belanda,23,belgia,3,berita,618,beritanasional,1973,bisnisdanekonomi,39,bolivia,1,brasil,5,brunei,15,budaya,25,buletin islam underground noname zine,2,bulgaria,1,ceko,3,chechnya,8,china,80,cina,1,contact,1,democrazy,40,denmark,5,detik2hancurkapitalisme,77,disclaimer,1,diskusi,6,dubai,9,ekonomi,488,eropa,51,ethiopia,2,event,35,faeture,3,feature,4517,featured,13,filipina,28,focus,10,Foto : Pasukan Israel (huffington post),1,Foto-foto Aksi Sebar Flyer #IndonesiaTanpaJIL di Car Free Day Solo,1,galeri,45,ghana,1,guatemala,1,guyana,1,hacker,6,halal,16,healthnews,33,hikmah,8,hukum,412,india,29,informasi,58,inggris,171,intelijen,2,internasional,3748,interview,26,irak,122,iran,61,irlandia,3,islamichistory,79,islamophobia,2,islandia,1,israel,96,italia,16,jepang,8,jerman,35,kamboja,3,kamerun,1,kanada,14,kashmir,1,kaukasus,2,kazakhstan,4,kenya,10,kesehatan,24,khilafahbangkit,33,khutbahjumat,2,kiamat,1,kirgistan,1,kolombia,4,komunitas,6,konspirasi,86,korea,6,kosovo,1,kristologi,1,kuba,1,kuwait,6,laporankhusus,4,lebanon,13,libanon,4,liberal,6,liberia,1,libya,28,malaysia,33,mali,24,maroko,7,media,140,meksiko,1,mesir,244,minoritas,1,motivainspira,4,movie,1,mujahidin,439,muslimah,84,myanmar,104,nafsiyah,73,nasional,1,nigeria,14,norwegia,12,olahraga,1,opini,222,pakistan,69,palestina,511,papua,1,pendidikan,40,pengetahuan,70,perancis,102,perjalanan,32,polandia,1,politik,617,poster propaganda,2,praha,1,press release,135,qatar,8,resensi,17,review,141,rusia,83,sejarah,13,senegal,1,singapura,5,skotlandia,1,slovakia,1,somalia,63,sosial,1186,sosok,43,spanyol,13,spionase,1,srilanka,8,sudan,8,suriah,441,swedia,7,swiss,5,syariah,3,syiah,4,Tafsir,1,taiwan,1,tajikistan,4,takziyah,1,technews,51,technews',1,teknologi,80,thailand,26,timor leste,1,timur tengah,3,transkrip,32,tsaqofah,151,tunisia,25,turki,86,ukraina,3,uruguay,2,uzbekistan,8,vatikan,8,venezuela,4,video,361,wasiat,14,wawancara,89,yahudi,7,yaman,75,yordania,29,yunani,4,zimbabwe,1,zionist,4,
ltr
item
ResistNews Blog: Siapa Dibalik Fitnah Terhadap Habib Rizieq dan Firza Husein?
Siapa Dibalik Fitnah Terhadap Habib Rizieq dan Firza Husein?
https://2.bp.blogspot.com/-78c4ehNLDxs/WKBy3qIbsVI/AAAAAAAAKdA/SpsCu8IULUAikMBty7E9iSR1fEdTRfipACLcB/s1600/images-7.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-78c4ehNLDxs/WKBy3qIbsVI/AAAAAAAAKdA/SpsCu8IULUAikMBty7E9iSR1fEdTRfipACLcB/s72-c/images-7.jpg
ResistNews Blog
http://blog.resistnews.web.id/2017/02/siapa-dibalik-fitnah-terhadap-habib.html
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/
http://blog.resistnews.web.id/2017/02/siapa-dibalik-fitnah-terhadap-habib.html
true
1507099621614207927
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy