Press Release Konferensi Keruntuhan Khilafah “Umat Islam antara Radikalisme dan Kekalahan Intelektual”

Kantor Media
Hizbut Tahrir
Lebanon

No: ح.ت.ل 13/38 Kamis, 30 Rajab 1438 H / 27 April 2017

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw dan keluarganya. Semoga Allah meridoi dan memberkati para sahabatnya yang mulia dan juga siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari penghakiman …

Press Release Konferensi Keruntuhan Khilafah

“Umat Islam antara radikalisme dan kekalahan intelektual”

Konferensi yang diadakan oleh Hizbut Tahrir (27/4)/ (30 Rajab 1438 H) pada peringatan 96 tahun penghancuran khilafah, pelindung, pengangkat panji-panji umat islam, negara penjaga urusan umat Islam dengan hukum islam dan membawa risalah Islam ke dunia dengan dakwah dan jihad.

Konferensi ini berlangsung di tengah gelombang kuat mengelilingi umat Islam dan para aktivisnya yang tulus ikhlas, serta di tengah goncangan ganas menyerang berbagai sisi bahkan bagian vital umat islam, tergambar dengan aliran darah dan gelimang mayat, pengusiran dan penghancuran. setelah melihat apa yang sedang terjadi di dunia saat ini tampak bahwa semua tragedi itu menimpa Islam dan kaum muslimin dimanapun mereka berada.

Konferensi ini berlangsung ketika negara-negara barat berupaya mengumpulkan negeri-negeri islam. Umat Islam bagi barat seperti binatang buruan yang siap dimangsa. Benar lah ungkapan “umat Islam bagai anak yatim dalam perjamuan para penjahat”.

Barat Kafir penjajah memahami kekuatan umat Islam sejak dini, memberi pukulan mematikan pada hari mereka menghancurkan entitas pelindung mereka “al-Khilafah”…Umat islam dan bangsanya telah terjajah. Barat kafir penjajah ini selalu terkejut setiap ingin menguasai umat Islam, usahanya seringkali dihancurkan pemuda Islam yang memuliakan agama dan umatnya. Mereka rela mengorbankan fisik mereka dalam konflik peperangan dengan bekal peralatan seadanya untuk menghadapi peralatan militer paling canggih; tubuh dan dada mereka adalah perisai terakhir untuk mengusir penjajahan ini. Barat menyadari bahwa masih ada yang hidup di jantung umat ini, meski tubuhnya menunjukkan kelelahan dan kelambanan, maka Barat memilih pendekatan lain untuk menyingkirkan semua energi pemuda Islam, membiarkan mereka hidup tanpa tujuan yang jelas, kecuali untuk pertempuran. Demi perjuangan dan kemuliaan peperangan; sehingga merekepun mulai menyuplai peralatannya untuk mendistorsi, menahan, mengeksploitasi, menarik umat ke dalam lingkaran kekerasan dan melawannya dengan kekerasan pula, sehingga Kafir baratpun bisa mengarahkan pedang propaganda (terorisme) ke leher umat dan pemuda islam.

Jadi, umat Islam terutama pemudanya, menemukan diri mereka seolah hanya berada di antara dua pilihan, mereka keliru dan mengira bahwa tidak ada pilihan ketiga:

Pertama, mereka memasuki lingkaran pertempuran dan kekerasan dengan nama Islam, terjerat stigma teroris, atau yang kedua, sisi intelektualitasnya dipenjara, ditindas dan dikalahkan, sehingga terjebak konsep modernisasi, dikalahkan secara politis, dan bersedia menjadi seorang muslim sekuler.

Oleh karena itu, tema konferensi ini “Umat di antara radikalisme dan kekalahan intelektual” teruntuk umat islam-umumnya-, pemuda islam-khususnya-, dengan mengatakan bahwa pilihan ketiga itu ada. Pilihan yang berdasar pada tujuan yang jelas, spesifik, dan pilihan berdasarkan ide sukses pendahulu atas realitas umat ini.

Paparan di konferensi ini didasarkan pada gambaran dan konsep tersebut. Kami berdoa kepada Allah swt mudah-mudahan bisa memberikan ide dan konsep brilian.

Konferensi ini bicara topik-topik utama berikut:

Pertama: Penjelasan bahwa tekanan dan jebakan radikalisme bukanlah metode kenabian.

Kedua: Menolak sikap kekalahan intelektual dan politik…menegaskan bahwa metode kenabian adalah metode yang jelas dan terperinci.

Ketiga: Hizbut Tahrir mengadopsi metode kenabian, menunjukkan jalan lurus atas jalan-jalan bengkok.

Sebagai kesimpulan, konferensi ini menegaskan poin-poin berikut:

Pertama: Pilihan pembunuhan, perusakan dan pertumpahan darah secara dzalim, meneror umat Islam dan yang lainnya bukanlah metode kenabian. Akan tetapi, dipaksakan oleh kedzaliman dan pemaksaan, terutama dari penguasa tirani dan orang-orang di belakang mereka. Pesan Islam adalah rahmatan lil ‘aalamiin, tapi ini tidak akan terwujud kecuali dalam negara Islam, Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan metode kenabian.

Kedua: Kekalahan intelektual dan politik, dan menyerah pada kaum kafir barat penjajah di bawah demokrasi dan modernitas, bukan dari metode kenabian. Pemikiran Islam menantang setiap pemikiran dan pendapat yang bertentangan dengannya, karena Allah telah menanamkan di dalamnya bukti dan dalil, dari zaman nabi Muhammad sampai hari akhir.

Ketiga: Mengingatkan otoritas penguasa Libanon dan yang lainnya untuk tidak menggunakan kedua metode ini sebagai alasan untuk menyerang Islam dan rakyatnya, baik dengan isu terorisme dan penindasan atau dengan usaha pengaburan Islam sebagai aqidah, sistem dan manhaj.

Keempat: Mendorong pemuda islam untuk mengambil peran nyata dan serius di jalan ini, karena generasi yang membawa seruan islam bersama Rasulullah Saw di Mekah dan menegakkan Negara Islam pertama di kota Madinah di atas bahu mereka, berusia antara lima belas dan empat puluh. Masa muda tidak dihabiskan untuk senda gurau dan sia-sia, akan tetapi dengan masa muda bangsa dan peradaban dibangun.

Kelima: Menekankan bahwa pertarungan sesungguhnya adalah melawan kafir barat penjajah yang diwakili oleh negara-negara kapitalis saat ini, dipimpin Amerika. Pertarungan ini tidak akan berhasil kecuali oleh Negara (Khilafah) melawan Negara (Kapitalis), negara yang menjamin keamanan bagi warganya, mempersiapkan tentara, membawa Islam sebagai kebenaran dan keadilan. Selain itu, Khilafah itu juga untuk memenuhi -dengan izin Allah-kabar gembira Nabi saw sebagaimana penaklukan Konstantinopel.

Keenam: Mendesak para aktivis Islam menyadari bahwa musuh mereka hanya melihat mereka sebagai musuh, terlepas dari kedekatannya (ke Barat), hal itu sama sekali tidak akan mengubah citra asli yang dipegang oleh Barat yang bengis ini. Oleh karena itu, kita harus mematuhi prinsip-prinsip Islam dan membawa risalah Islam dengan kekuatan dakwah dan negara. Kami di Hizbut Tahrir telah melukiskan gambaran lengkap tentang negara dan dengan izin Allah hanya tinggal menunggu Allah memenuhi janjinya kepada para hamba-Nya dan menerapkannya, maka marilah segera bergabung dengan kebaikan yang kami ajak.

Ketujuh: menyeru setiap orang yang ikhlas mengulurkan tangannya untuk mendukung para aktivis yang ikhlas, terutama dalam kondisi yang sulit dan menyedihkan yang menimpa umat islam, yang tidak memiliki siapa pun kecuali Allah, dan perjuangan para aktivis yang serius dan berdedikasi, dengan tujuan yang jelas dan spesifik.

Akhirnya, kami di Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua orang yang telah hadir dari para pembicara terkemuka, dan khalayak yang terhormat, semoga Allah memberkati anda dan amal ibadah anda.

Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang membantu mengatur konferensi ini dengan jiwa raganya dan kami berdoa kepada Allah SWT untuk menetapkan pada timbangan amal baik mereka pada hari dimana tidak ada uang atau anak laki-laki yang dapat memberi manfaat, kecuali hanya bertemu dengan Allah dengan hati yang tulus.

Kami meminta Allah untuk memberikan kami, Anda, dan umat Islam, kemenangannya dengan segera, dan juga segera mengangkat kesulitan, hal ini mudah bagi Allah, Sesungguhnya Allah dzat maha menyelesaikan urusan-Nya. Dan Allah telah menetapkan untuk segala sesuatu yang telah [ditentukan].

Segala puji bagi Allah, dengan anugerah, kebajikan dan kemurahan hati-Nya yang telah menyempurnakan hal-hal yang baik ini.

Kantor Media Hizbut Tahrir

Di wilayah Lebanon

No comments

Post a Comment

Home
loading...