Tarif Listrik Naik Lagi, YLKI: Jokowi Tak Konsisten

+ResistNews Blog - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyoroti kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh pemerintah. Ia menilai hal ini imbas dari pencabutan subsidi dari pengguna listrik golongan 900 ampere.

“Bahasanya bukan kenaikan listrik. Tapi pencabutan subsidi. Karena golongan 900 ampere tahun kemarin masih turun subsidi dari 22 juta pelanggan. Tahun ini yang 4 juta itu tetap mendapatkan subsidi dan 18 juta dicabut subsidinya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (01/05).

“Jadi efek dari pencabutan subsidi pasti kenaikan tarif,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa kenaikan tarif listrik ini membuktikan bahwa Jokowi tidak konsisten dengan kampanyenya dahulu. Tulus mengungkapkan bahwa dahulu, Jokowi berjanji tidak menaikkan tarif listrik.

“Memang kalau kita lihat kampanyenya Jokowi waktu capres itu tidak konsisten. Karena waktu itu tidak ada kenaikan tarif, malah mau turun tarif listrikya. Tapi sekarang malah pencabutan subsidi berimbas kenaikan tarif,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Tarif dasar listrik (TDL) golongan 900 VA kembali naik hari ini. TDL yang mesti dibayar 18,7 juta pelanggan itu kini naik Rp 329 per kWh menjadi Rp 1.352. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM 28/2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan PLN, kenaikan bulan ini merupakan yang terakhir. (Kiblat.net/ +ResistNews Blog)

No comments

Post a Comment

Home
loading...