Fahri Hamzah: Ada yang Bahaya, HTI Diperlakukan seperti PKI



+ResistNews Blog
 - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa nasib Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kini seperti di-PKI-kan oleh Joko Widodo.

“Secara maraton saya ingin membuat refleksi singkat. Sebab ada yang bahaya. Kisah NdeSudin menghantui saya setelah rezim @jokowi membubarkan HTI. Dan selanjutnya HTI diperlakukan seperti PKI.

Lalu pagi ini wartawan menghubungi saya bahwa Nama-nama pengurus dan simpatisan HTI juga mulai diedarkan untuk diawasi. Dan saya mendengar ada kampus yang mulai mendata dosen dan mahasiswa. Dengan ancaman-ancaman: ‘Mereka akan kena akibatnya’. Seorang pejabat POLRI aktif mengatakan bahwa PNS akan dipecat karena ikut HTI dan lain-lain. Polisi kini sedang berburu,” demikian cuitinnya, di akun Twitter pribadi miliknya, Minggu (22/07/2017).

Fahri mengatakan demikian karena adanya Perppu yang diterbitkan oleh pemerintahan Jokowi. “Perpu Ormas, sebuah produk hukum dadakan mulai bekerja dan negara mulai melakukan persekusi kepada rakyatnya.

Ini adalah tragedi yang lukanya belum sembuh. Lalu luka itu dirobek kembali. Akan ada kepedihan.”

Menurutnya, ini menyangkut tragedi bangsa Indonesia. Tentang harga manusia dan kebebasan manusia. Sesuatu yang baru saja kita ingat lalu kita lupa kembali.”

Sebelumnya Fahri menceritakan situasi tempat kelahiran atau kampungnya di Sumbawa, NTB. Dalam masa itu, Fahri menceritakan ada sesosok orang yang diisolir oleh pemerintah bahkan oleh masyarakat setempat karena dia diduga menjadi simpatisan PKI.

“Meski kemudian saya mendapat informasi bahwa beliau adalah musuh Pemerintah, beliau dituduh simpatisan Partai Komunis. Dugaan saya NdeSudin pernah simpati dengan komunis karenanya kemudian menjadi dasar adanya isolasi.” (voa-islam.com/ +ResistNews Blog )

No comments

Post a Comment

Home
loading...