Archive by date

Nasihat Imam Malik Perlunya Hormati Fiqih Wilayah Setempat

item-thumbnail


IBNU BINT AS SUDDI adalah seorang muhaddits yang merupakan murid dari Imam Malik. Suatu saat, ia berada dalam mejlais Imam Malik dank ala itu, sang guru ditanya mengenai masalah faraidh, dan menjawab dengan pendapat Zaid bin Tsabit.

Kamudian As Suddi pun menyahut,”Ali dan Ibnu Ma’sud tidak berpendapat seperti itu.”

Imam Malik pun member isyarat kepada para penjaga, hingga mereka pun datang, namun As Suddi memberikan perlawanan, hingga mereka berkata,”Apa yang harus kita lakukan terhadap tinta dan buku-buknya?” Imam Malik pun berkata,”Mintalah dengan baik.”

Imam Malik pun bertanya,”Dari mana engkau datang?” As Suddi pun menajwab,”Dari Kufah.”

Imam Malik berkata,”Kenapa engkau melanggar adab?” As Suddi menjawab,”Aku menyebutkan hal itu untuk memperoleh manfaat.”

Imam Malik pun berkata,”Sesungguhnya Ali dan Abdullah bin Mas`ud tidak bisa diingkari keutamaan mereka berdua, sedangkan penduduk negeri kami menggunakan pendapat Zaid bin Tsabit. Jika engkau bersama mereka, janganlah memulai pembicaraan dengan hal yang mereka tidak tahu, maka meraka pun memulai dengan kebencian terhadapmu.” (Siyar A’lam An Nubala, 11/177)

Apa yang disampikan Imam Malik di atas adalah nasehat yang amat berharga, dimana siapa saja perlu menghormati pendapat ulama yang digunakan oleh warga setempat dan tidak menyampaikan hal menyelisihinya dari ulama lain, karena hal itu akan menimbulkan interaksi yang tidak harmonis. [hidayatullah+ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Selama Bulan Juli, 481 Warga Sipil Suriah Tewas di Raqqah

item-thumbnail


+ResistNews Blog
 - Selama bulan Juli, sedikitnya 481 warga sipil Suriah terbunuh di Provinsi Raqqah di bagian Utara Suriah, menurut sebuah LSM yang melaporkan langsung dari area tersebut.

Data yang berasal dari “Raqqa Is Being Slaughtered Silently” (RBSS) yang merupakan gerakan jurnalisme warga (citizen journalism), mengungkapkan bahwa pasukan koalisi AS telah melakukan 633 serangan udara di kota Raqqah pada bulan Juli, hingga menyebabkan hilangnya nyawa 189 warga sipil Suriah, dikutip dari AA.

Sebanyak 126 warga sipil lainnya terbunuh akibat 440 serangan udara militer Rusia, sementara 121 lainnya dibunuh oleh tembakan artileri yang dilakukan oleh kelompok teroris PYD, cabang PKK dari Suriah yang berhaluan komunis, selama ini PYD ataupun PKK telah dimasukkan dalam daftar hitam organisasi teror oleh AS, Uni Eropa dan Turki.

Bulan lalu, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Syrian Network for Human Rights (SNHR) mendokumentasikan bahwa sekitar 1.400 warga sipil, termasuk 308 anak-anak dan 203 perempuan, telah terbunuh di Raqqah selama delapan bulan sebelumnya.

Pasukan koalisi internasional yang dipimpin AS diluncurkan pada tanggal 6 Juni, sebuah operasi untuk memerangi kelompok Islamic State (IS) di kota Raqqah.[panjimas/ +ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Islamophobia Akut, Masjid di Minnesota AS Dibom Saat Jamaah Hendak Sholat Subuh

item-thumbnail


+ResistNews Blog
 - Sebuah Masjid di negara bagian Minnesota dibom pada Sabtu pagi (06/08), disaat umat Islam berkumpul untuk menunaikan sholat subuh berjamaah.

Kepolisian Bloomington mengatakan bahwa bom tersebut hanya merusak Kantor Imam Masjid di “Dar Al Farooq Islamic Center”.

Para jamaah muslim segera memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Hingga berita ini diterbitkan, pihak FBI masih menyelidiki motif dan kronologi pengeboman Masjid di Minnesota itu.

“Seorang saksi melihat ada sesuatu yang dilemparkan ke jendela kantor Imam dari sebuah van atau truk sebelum ledakan itu,” kata Asad Zaman, Direktur Masyarakat Muslim Amerika Minnesota (Muslim American Society of Minnesota), pada sebuah konferensi pers.

Direktur Eksekutif Masjid “Dar Al Farooq Islamic Center”, Mohamed Omar menambahkan bahwa kendaraan tersebut, diduga sebuah van, segera melesat pergi.

Masjid yang didominasi warga keturunan Somalia itu, sama halnya seperti banyak Masjid lain di seluruh AS, yang telah menerima berbagai telepon dan email yang bernada ancaman, kata Omar kepada Star Tribune.

“Saat itu jam 5 pagi (09.00GMT),” ujarnya. “Seluruh lingkungan tenang, orang-orang seharusnya masih tidur, begitulah damainya keadaan ini. Saya terkejut saat mengetahui hal ini terjadi”, pungkasnya

Council on American Islamic Relations (CAIR), mengumumkan hadiah $ 10.000 dollar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman pelaku pengeboman Masjid di negara bagian Minnesota itu.

Secara nasional, kantor pusat Council on American Islamic Relations (CAIR) juga mendesak Masjid-Masjid dan Pusat-Pusat Islam di seluruh negeri untuk meningkatkan keamanan.

“Insiden tersebut merupakan gejala dari berkembangnya suasana Islamofobia di AS,” kata Direktur Komunikasi CAIR, Ibrahim Hooper, kepada Anadolu Ajensi.

“Karena kapan pun Anda melihat motif yang mungkin ada dalam kasus seperti ini, nampaknya Islamofobia akan menjadi jenis motivasi utama yang akan Anda lihat”, pungkasnya.

Hooper mengatakan pemberian penghargaan atau reward khusus di masa lalu telah berhasil dalam mengumpulkan informasi-informasi yang mengarah pada penangkapan pelaku penyerangan.

“Karena seringkali mereka membual kepada orang dan teman, serta keluarga mereka, bahwa mereka telah melakukan ini dan mereka bangga akan hal itu. Kemudian seseorang akhirnya, karena insentif pemberian (reward), menawarkan informasi kepada polisi dan mereka ditangkap,” imbuh Hooper.[panjimas+ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

Palestina Butuh Militer, Bukan Obat Obatan

item-thumbnail

Oleh : Ust. Dwi Condro Triono

Dulu pernah sewaktu kuliah di Malaysia, saya diminta berpidato dalam acara pengumpulan dana untuk membantu rakyat Palestina yang tengah dibombardir Israel. Semangat warga Malaysia untuk mengumpulkan dana sangat besar. Antusias sekali. Terkumpul dana yang lumayan banyak.

Setelah beberapa pembicara selesai, tiba giliran saya. Saya bertanya pada hadirin :

” Dana ini mau kita belikan apa ?.”

” Obat-obatan …!,” jawab hadirin.

” Tuan-tuan dan puan-puan, dengan mengirim obat-obatan ke Palestina, kita membantu atau mendzalimi rakyat Palestina ?,” tanya saya lagi.

” Membantuuuu …!,”

” Sekali lagi saya tanya, dengan mengirim obatan-obatan, kita membantu atau mendzalimi rakyat Palestina ?.”

” Membantuuu ..!,”

Terlihat wajah yang keheranan dengan pengulangan pertanyaan saya.

Sekali lagi saya bertanya :

” Dengan mengirim obat-obatan, kita membantu atau mendzalimi rakyat Palestina ???”

” Membantuuuu …!,” dijawab dengan agak kesal.

” Salah ..! Dengan mengirim obat-obatan, kita justru mendzalimi mereka.”

Semua terdiam kebingungan.

Kemudian saya menyampaikan satu analog.

” Jika ada seseorang yang didatangi orang jahat ke rumahnya dan kemudian memukuli dan menganiaya orang tersebut, dan kemudian kita mengobati luka-lukanya untuk kemudian kita tetap tinggalkan dia di dalam rumah dimana di dalamnya si penganiaya tetap ada dan kembali menganiayanya, dan kembali kita obati dan kita tinggalkan lagi dia dalam rumah dimana si penganiaya akan kembali menganiayanya, itu perbuatan membantu atau mendzalimi ???”

Hadirin terdiam.

” Tuan-tuan dan puan-puan, jika kita ingin membantu orang itu, yang pertama kita lakukan adalah mengusir si penganiaya dari dalam rumah. Percuma mengobatinya berkali-kali selama si penganiaya tetap ada di dalam rumah. Jadi jika ingin menolong rakyat Palestina, kita minta pada negara untuk mengerahkan militer untuk mengusir Israel dari bumi Palestina. Percuma mengirim obat-obatan jika bom-bom Israel tidak pernah berhenti melukai rakyat Palestina.”
loading...
Read more »

Jubir HTI Optimis akan Menang Dalam Sidang Gugat Perppu Ormas

item-thumbnail


+ResistNews Blog
 - Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto optimis pihaknya akan menang dalam sidang uji materi Perppu Ormas. “Kita harus selalu optimis,” ujarnya kepada mediaumat.news, usai sidang kedua, Senin (7/8/2017) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Pasalnya, lanjut Ismail, dari sisi formil sesungguhnya tidak ada dasar bagi Presiden untuk mengeluarkan Perppu karena tidak memenuhi syarat kegentingan. Dan dari sisi materiil banyak pasal-pasal dari Perppu yang bertentangan dengan konstitusi.

Selain membacakan alasan menggugat Perppu tersebut, dalam sidang tadi, dibacakan pula perubahan pemohon judicial review, yaitu perubahan pemohon dari yang sebelumnya pemohon adalah badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menjadi pemohon perorangan yaitu Ir H Ismail Yusanto, MM.

Menurutnya, perubahan itu harus dilakukan karena ini menyangkut legal standing HTI. “Yang kita tahu bahwa saat pengajuan permohonan HTI masih ada legal dan berbadan hukum, tapi sehari kemudian pemerintah mencabut karena itu diragukan bahwa HTI mempunyai legal standing pada saat persidangan itu dimulai, untuk menghindari kerugian keputusan yang akan kita ambil ini, jadi kita sepakat semua pemohon itu kita rubah menjadi perorangan yang meskipun perorangan tetap mewakili aspirasi HTI karena saya masih terkait dengan HTI sebagi pendiri atau pengurus HTI,” paparnya.

Ismail Yusanto juga mengatakan dalam sidang tadi juga ada perubahan permohonan yang semula disatukan kini dibagi menjadi dua yaitu uji materi formil dan materiil. Maksudnya formil tentang prosedur peyusunan Perppu itu dan materiil dengan isi dari Perppu itu.

“Kami akan segera melengkapi berkas itu dan insya Allah pekan depan akan masuk ke sidang materi,” pungkasnya. [mediaumat+ResistNews Blog ]
loading...
Read more »

PP Muhammadiyah: Penguasa Paling Sering Langgar Pancasila

item-thumbnail


+ResistNews Blog
 - Gaya Pemerintahan Joko Widodo dituding mirip organisasi yang anti-Pancasila. Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, penguasa adalah pihak yang paling sering melanggar pancasila.

“Membiarkan kemiskinan, ketimpangan. Itu anti-pancasila. Kalau membiarkan ketimpangan tak sesuai dengan sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” kata Dahnil kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Pelanggaran Pancasila lainnya menurut Dahnil adalah membiarkan pelanggaran HAM dan tak berusaha menyelesaikannya.

” Membiarkan pelanggaran HAM dan tak menyelesaikannya itu pelanggaran sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab,” tutur Dahnil.

Dengan nada tinggi, Dahnil sendiri meminta pemerintah tak sembarangan menuduh kelompok lain anti-Pancasila.

“Stop-lah dengan mengeluarkan stigma, seolah-olah mereka yang tak bersepakat dengan pemerintah itu anti-Pancasila,” ujar dia.

” Padahal produsen yang paling sering melanggar pancasila itu adalah penguasa yang tak berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya. [kriminalitas+ResistNews Blog ]
loading...
Read more »
Home
loading...